Monday, October 26, 2026
Berita KSA

Batch keempat tamu program Umrah dan Kunjungan Raja tiba di Madinah

Batch keempat tamu program Umrah dan Kunjungan Raja tiba di Madinah

Batch keempat dan terakhir tamu Program Umrah dan Kunjungan Penjaga Dua Masjid Suci untuk tahun 1448 H telah tiba di Madinah pada 8 Oktober 2026, melengkapi kedatangan seluruh tamu yang dijamu tahun ini.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, program ini dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan. Para tamu akan mengunjungi Masjid Nabawi dan sejumlah situs Islam dan bersejarah sebelum berangkat ke Makkah untuk menunaikan Umrah.

Batch keempat ini terdiri dari 250 jamaah Umrah yang berasal dari 21 negara: Pakistan, Bangladesh, India, Sri Lanka, Nepal, Maladewa, Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Türkiye, Georgia, Rusia, Bhutan, Australia, Selandia Baru, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Fiji.

Rangkaian layanan sejak keberangkatan

Kementerian menyiapkan sistem layanan dan fasilitas terpadu untuk menerima dan merawat para tamu. Melalui komite penerimaan dan pengorganisasian, kementerian melaksanakan rencana terpadu untuk menerima dan membantu para tamu sejak keberangkatan penerbangan dari negara asal hingga kedatangan di Arab Saudi.

Kementerian juga memfasilitasi prosedur penerimaan dan transportasi menuju akomodasi mereka, memastikan kenyamanan dan memungkinkan mereka menunaikan ibadah serta menyelesaikan program kunjungan dengan mudah dan tenang. Para tamu memuji sambutan hangat, keramahan, dan perhatian berkelanjutan yang mereka terima.

Dengan tibanya batch keempat dan terakhir, seluruh tamu yang dijamu dalam program tahun ini telah tiba. Totalnya 1.000 jamaah Umrah dari 65 negara, yang dijamu atas biaya pribadi Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Langkah ini mencerminkan perhatian Kerajaan Arab Saudi yang berkelanjutan terhadap Islam dan umat Muslim serta komitmennya untuk memungkinkan mereka mengunjungi Dua Masjid Suci dan menunaikan Umrah.

Rilis SPA tidak menyebutkan jadwal keberangkatan para tamu ke Makkah, durasi kunjungan di Madinah, atau rincian akomodasi dan transportasi yang digunakan.

Berapa jumlah tamu pada batch keempat program Umrah dan Kunjungan? Batch keempat dan terakhir terdiri dari 250 jamaah Umrah yang berasal dari 21 negara, termasuk Pakistan, Bangladesh, India, Sri Lanka, Nepal, Maladewa, Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Türkiye, Georgia, Rusia, Bhutan, Australia, Selandia Baru, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Fiji. Kedatangan mereka melengkapi seluruh tamu yang dijamu tahun ini.

Siapa yang menyelenggarakan program ini dan apa saja kegiatannya? Program dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan. Para tamu akan mengunjungi Masjid Nabawi dan sejumlah situs Islam dan bersejarah sebelum berangkat ke Makkah untuk menunaikan Umrah. Kementerian menyiapkan sistem layanan dan fasilitas terpadu untuk menerima dan merawat mereka selama program berlangsung.

Bagaimana kementerian mengatur penerimaan para tamu? Melalui komite penerimaan dan pengorganisasian, kementerian melaksanakan rencana terpadu untuk menerima dan membantu para tamu sejak keberangkatan penerbangan dari negara asal hingga kedatangan di Arab Saudi. Kementerian juga memfasilitasi prosedur penerimaan dan transportasi menuju akomodasi, memastikan kenyamanan dan memungkinkan mereka menunaikan ibadah serta menyelesaikan program kunjungan dengan mudah.

Berapa total tamu yang dijamu tahun ini dan atas biaya siapa? Dengan tibanya batch keempat dan terakhir, seluruh tamu yang dijamu dalam program tahun ini telah tiba. Totalnya 1.000 jamaah Umrah dari 65 negara. Mereka dijamu atas biaya pribadi Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, sebagai cerminan perhatian Kerajaan terhadap Islam dan umat Muslim.

Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA? Rilis SPA tidak menyebutkan jadwal keberangkatan para tamu ke Makkah, durasi kunjungan di Madinah, atau rincian akomodasi dan transportasi yang digunakan. Rilis juga tidak memuat nilai biaya penyelenggaraan program maupun jumlah petugas yang terlibat dalam penerimaan dan pengorganisasian para tamu.