Dewan Komisi Hak Asasi Manusia (HRC) mengecam keras serangan teroris milisi Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk penargetan warga sipil, fasilitas sipil dan ekonomi, serta infrastruktur vital secara sengaja. Kecaman itu disampaikan Dewan HRC dalam pernyataan yang dirilis dari Riyadh pada 11 Oktober 2026.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, Dewan HRC menyebut serangan tersebut sebagai tindakan keji dan terang-terangan yang menyasar situs suci Islam dan masjid, khususnya Dua Masjid Suci, tempat paling sakral bagi umat Islam di muka bumi. Dewan menegaskan kelompok teroris itu tetap berniat menargetkan orang-orang tak bersalah melalui serangan kriminal terhadap objek sipil.
Bagaimana sebuah serangan dapat dibenarkan jika sasarannya adalah tempat ibadah dan warga sipil yang tidak terlibat konflik? Pertanyaan itu menjadi inti kecaman Dewan HRC, yang menegaskan bahwa serangan teroris tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, khususnya prinsip-prinsip yang melindungi warga sipil dan objek sipil.
Dewan HRC menekankan bahwa kematian, cedera, dan kerusakan material akibat serangan-serangan itu menunjukkan tingkat keparahan dan konsekuensi seriusnya. Komisi menegaskan bahwa penargetan warga sipil dan fasilitas sipil tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun.
Dukungan terhadap upaya pemerintah dan seruan kepada badan internasional
Dewan HRC memuji upaya luas pemerintah Saudi untuk menjaga keamanan Kerajaan serta melindungi warga negara, penduduk, dan situs suci Islam. Komisi juga memuji upaya pemerintah dalam menghadapi serangan teroris semacam itu, melindungi jiwa dan harta benda, serta mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani konsekuensinya.
Bukankah sudah seharusnya lembaga internasional bergerak ketika objek sipil dan tempat ibadah menjadi sasaran? Dewan HRC menyerukan kepada badan dan mekanisme hak asasi manusia internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam merespons serangan-serangan keji tersebut.
Komisi memperingatkan bahwa serangan semacam itu secara jelas menunjukkan pengabaian milisi Houthi terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional. Dewan HRC juga menegaskan hak inheren Arab Saudi untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Apakah dalih apa pun dapat menutupi pelanggaran terhadap prinsip perlindungan warga sipil? Dewan HRC menegaskan bahwa penargetan warga sipil dan fasilitas sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, sekaligus menyoroti bahwa serangan tersebut menimbulkan kematian, cedera, dan kerusakan material.
Komisi memuji pengorbanan dan upaya tentara Saudi di berbagai sektor dan bidang dalam membela tanah air serta melindungi keamanan dan kapabilitasnya. Dewan HRC memuji keberanian, kompetensi, dan kewaspadaan mereka.
Mengapa situs suci Islam, khususnya Dua Masjid Suci, menjadi sasaran serangan? Dewan HRC menyoroti bahwa serangan itu menyasar situs suci Islam dan masjid, termasuk Dua Masjid Suci, yang disebutnya sebagai tempat paling sakral bagi umat Islam di muka bumi.
Dewan HRC menegaskan bahwa kelompok teroris tersebut tetap bertekad menargetkan orang-orang tak bersalah melalui serangan kriminal terhadap objek sipil. Komisi menilai hal itu sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip yang melindungi warga sipil dan objek sipil.
Apakah konsekuensi serangan ini hanya dirasakan sesaat? Dewan HRC menyatakan bahwa kematian, cedera, dan kerusakan material yang ditimbulkan menunjukkan tingkat keparahan dan konsekuensi serius dari serangan-serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, Dewan HRC juga menyerukan agar badan dan mekanisme hak asasi manusia internasional menjalankan tanggung jawab mereka. Komisi memperingatkan bahwa serangan-serangan itu menunjukkan pengabaian milisi Houthi terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional.
Bagaimana posisi hukum Arab Saudi dalam menghadapi serangan ini? Dewan HRC menegaskan hak inheren Arab Saudi untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dewan HRC memuji upaya pemerintah Saudi yang luas untuk menjaga keamanan Kerajaan dan melindungi warga negara, penduduk, serta situs suci Islam. Komisi juga memuji upaya pemerintah menghadapi serangan teroris, melindungi jiwa dan harta benda, dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk menangani konsekuensinya.
Apakah pengorbanan tentara Saudi diakui dalam pernyataan ini? Dewan HRC memuji pengorbanan dan upaya tentara Saudi di berbagai sektor dan bidang dalam membela tanah air dan melindungi keamanan serta kapabilitasnya, termasuk keberanian, kompetensi, dan kewaspadaan mereka.
Pernyataan Dewan HRC ini menempatkan serangan Houthi dalam kerangka pelanggaran hukum internasional, sekaligus menegaskan posisi Arab Saudi yang memiliki hak membela diri. Komisi menyoroti bahwa serangan terhadap warga sipil, fasilitas sipil dan ekonomi, infrastruktur vital, serta situs suci Islam tidak dapat diterima dengan dalih apa pun.
Seruan kepada badan dan mekanisme hak asasi manusia internasional menjadi bagian penting dari pernyataan tersebut. Dewan HRC menilai respons internasional diperlukan terhadap serangan yang disebutnya keji dan terang-terangan itu.
Rilis SPA tidak menyebut jumlah korban secara rinci, lokasi spesifik serangan, waktu terjadinya setiap insiden, atau pihak-pihak yang disebut bertanggung jawab di luar milisi Houthi. Rilis juga tidak memuat kutipan langsung dari pejabat tertentu, tidak menyebut nama anggota Dewan HRC, dan tidak merinci bentuk kerusakan material maupun nilai kerugian.
Apa isi kecaman Dewan HRC terhadap milisi Houthi? Dewan HRC mengecam keras serangan teroris milisi Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk penargetan warga sipil, fasilitas sipil dan ekonomi, serta infrastruktur vital secara sengaja. Dewan juga mengecam serangan terhadap situs suci Islam dan masjid, khususnya Dua Masjid Suci. Menurut SPA, Dewan HRC menyebut serangan itu keji dan terang-terangan serta menegaskan kelompok tersebut tetap berniat menargetkan orang tak bersalah melalui serangan kriminal terhadap objek sipil.
Bagaimana Dewan HRC menilai serangan itu dari sisi hukum internasional? Dewan HRC menegaskan serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional, khususnya prinsip yang melindungi warga sipil dan objek sipil. Komisi menyatakan kematian, cedera, dan kerusakan material akibat serangan menunjukkan keparahan dan konsekuensi seriusnya. Dewan HRC juga menegaskan penargetan warga sipil dan fasilitas sipil tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun.
Apa seruan Dewan HRC kepada badan internasional? Dewan HRC menyerukan kepada badan dan mekanisme hak asasi manusia internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam merespons serangan-serangan tersebut. Komisi memperingatkan bahwa serangan itu menunjukkan pengabaian milisi Houthi terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional. Dewan HRC juga menegaskan hak inheren Arab Saudi untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Apa yang dipuji Dewan HRC dari pemerintah dan tentara Saudi? Dewan HRC memuji upaya luas pemerintah Saudi untuk menjaga keamanan Kerajaan serta melindungi warga negara, penduduk, dan situs suci Islam. Komisi juga memuji upaya pemerintah menghadapi serangan teroris, melindungi jiwa dan harta benda, serta mengerahkan sumber daya untuk menangani konsekuensinya. Selain itu, Dewan HRC memuji pengorbanan dan upaya tentara Saudi di berbagai sektor, termasuk keberanian, kompetensi, dan kewaspadaan mereka.
Situs apa yang disebut menjadi sasaran serangan? Dewan HRC mengecam serangan yang menyasar situs suci Islam dan masjid, khususnya Dua Masjid Suci, yang disebutnya sebagai tempat paling sakral bagi umat Islam di muka bumi. Selain itu, serangan juga menyasar warga sipil, fasilitas sipil dan ekonomi, serta infrastruktur vital. Dewan HRC menekankan bahwa penargetan objek-objek tersebut tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun.
Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA tersebut? Rilis SPA tidak menyebut jumlah korban secara rinci, lokasi spesifik serangan, waktu terjadinya setiap insiden, atau pihak yang disebut bertanggung jawab di luar milisi Houthi. Rilis juga tidak memuat kutipan langsung dari pejabat tertentu, tidak menyebut nama anggota Dewan HRC, dan tidak merinci bentuk kerusakan material maupun nilai kerugian yang timbul akibat serangan-serangan tersebut.