Serangan rudal balistik dan drone milisi Houthi menyasar dua kota di Arab Saudi, Riyadh dan Khamis Mushait, pada September 2026. Serangan itu langsung memicu reaksi dari pimpinan kerja sama kawasan.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA, Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council (GCC) Jasem Albudaiwi mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi serius. Ia menegaskan serangan itu pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Kerajaan Arab Saudi dan ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil serta stabilitas kawasan.
Pernyataan Albudaiwi menempatkan serangan terhadap Riyadh dan Khamis Mushait bukan sekadar insiden keamanan lokal, melainkan persoalan yang menyentuh fondasi hubungan antarnegara di Teluk. Bagaimana dua kota dengan karakter berbeda bisa menjadi sasaran dalam rentang waktu yang sama? Riyadh adalah pusat pemerintahan dan ekonomi, sementara Khamis Mushait berada di barat daya, dekat perbatasan selatan. Kombinasi sasaran itu menunjukkan jangkauan serangan yang tidak terbatas pada satu wilayah.
Dalam pernyataannya, Albudaiwi menegaskan bahwa negara-negara anggota GCC berdiri dalam solidaritas penuh dengan Kerajaan Arab Saudi. Mereka mendukung semua langkah yang diambil Arab Saudi untuk menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayahnya. Dukungan itu disampaikan sebagai sikap kolektif, bukan pernyataan satu negara. Apa arti solidaritas kawasan ketika serangan datang berulang kali? Bagi GCC, solidaritas itu menjadi dasar untuk menempatkan serangan ini dalam kerangka keamanan bersama.
Albudaiwi juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas guna mengakhiri serangan teroris yang berulang ini dan meminta para pelaku bertanggung jawab. Seruan itu menyasar dua hal sekaligus: penghentian serangan dan akuntabilitas. Mengapa akuntabilitas menjadi kata kunci dalam pernyataan ini? Karena tanpa pertanggungjawaban, pola serangan berulang sulit diputus.
Pernyataan itu menyebut serangan Houthi sebagai tindakan teroris. Label tersebut membawa implikasi hukum dan politik, termasuk kemungkinan langkah kolektif di tingkat internasional. Namun SPA tidak merinci bentuk tanggapan yang akan diambil GCC, tidak menyebut jumlah korban, tidak menyebut kerusakan, dan tidak menyebut jenis atau jumlah proyektil yang digunakan. Rilis juga tidak menyebut lokasi persis yang terkena di Riyadh maupun Khamis Mushait.
Yang jelas, pernyataan Albudaiwi menempatkan serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan. Dalam bahasa diplomasi GCC, frasa itu biasanya menjadi dasar untuk konsultasi keamanan dan koordinasi pertahanan. Apakah pernyataan sekaligus seruan ini akan diikuti langkah konkret? SPA tidak menyebutkannya.
Konteksnya, Riyadh dan Khamis Mushait berada di dua wilayah berbeda. Riyadh di bagian tengah, Khamis Mushait di barat daya. Serangan yang menyasar keduanya dalam satu pernyataan menunjukkan bahwa ancaman dipandang menyeluruh. Bagi warga di kedua kota, pertanyaannya sederhana: seberapa sering serangan seperti ini bisa terjadi sebelum ada tindakan yang menghentikannya?
Albudaiwi menekankan bahwa eskalasi ini serius. Kata serius dalam pernyataan resmi biasanya dipilih untuk menandai bahwa situasi melampaui insiden rutin. Serangan rudal balistik dan drone menyentuh ruang udara dan permukaan, dua dimensi yang sulit dipisahkan dalam pertahanan modern. Bagaimana pertahanan udara menghadapi kombinasi dua jenis ancaman sekaligus? Rilis tidak memberikan detail teknis.
Dukungan GCC terhadap langkah Arab Saudi disebut mencakup keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah. Tiga kata itu muncul berurutan, menegaskan bahwa yang dipertahankan bukan hanya wilayah fisik, tetapi juga prinsip kedaulatan negara. Dalam piagam PBB, kedaulatan dan keutuhan wilayah adalah prinsip dasar. Serangan lintas batas terhadap kota-kota sipil menyentuh prinsip itu secara langsung.
Seruan kepada komunitas internasional menjadi bagian penting pernyataan. Albudaiwi meminta sikap tegas untuk mengakhiri serangan berulang dan menuntut pertanggungjawaban pelaku. Apakah komunitas internasional akan merespons dengan langkah kolektif? SPA tidak menyebut respons yang sudah ada.
Pernyataan ini juga menyiratkan bahwa serangan semacam ini bukan yang pertama. Frasa serangan teroris yang berulang menunjukkan pola. Pola itulah yang coba diangkat Albudaiwi ke permukaan, agar tidak dianggap sebagai insiden tunggal. Bagi GCC, pengulangan serangan adalah alasan untuk memperkuat posisi bersama.
Dari sisi waktu, pernyataan itu dirilis pada 26 September 2026. SPA mencantumkan waktu lokal 08:36 dan GMT 05:36. Tidak ada keterangan tambahan mengenai kronologi serangan, apakah terjadi pada hari yang sama atau sebelumnya. Rilis juga tidak menyebut apakah ada tanggapan resmi dari pihak lain.
Yang bisa dipastikan dari rilis ini: ada serangan rudal balistik dan drone yang menyasar Riyadh dan Khamis Mushait; ada kecaman keras dari Sekretaris Jenderal GCC; ada pernyataan solidaritas negara anggota; dan ada seruan kepada komunitas internasional untuk bertindak tegas serta menuntut pertanggungjawaban. Selebihnya, rilis tidak menyebut korban, kerusakan, atau langkah operasional.
Pernyataan Albudaiwi menutup dengan penegasan bahwa GCC mendukung semua langkah Arab Saudi. Dukungan itu bersifat politik dan keamanan. Apakah dukungan politik cukup untuk mencegah serangan berikutnya? Itu pertanyaan yang tidak dijawab rilis.
Bagi pembaca di kawasan, pernyataan ini menjadi penanda bahwa ketegangan belum mereda. Serangan terhadap dua kota berbeda menunjukkan bahwa ancaman tidak terpusat. Dalam situasi seperti ini, koordinasi antarnegara Teluk menjadi instrumen utama. GCC, melalui pernyataan sekretaris jenderalnya, memilih menempatkan serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman stabilitas, bukan sekadar masalah bilateral.
Apakah label teroris yang disematkan pada Houthi akan mengubah cara komunitas internasional menangani konflik? Rilis tidak menjawab. Yang disampaikan hanya kecaman, solidaritas, dan seruan. Tiga elemen itu menjadi isi lengkap pernyataan yang dikutip SPA.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada informasi tambahan dari SPA mengenai jumlah korban, kerusakan properti, lokasi spesifik yang terkena, atau jenis proyektil yang digunakan. Tidak ada pula keterangan mengenai respons militer Arab Saudi atau langkah diplomatik lanjutan. Rilis hanya memuat pernyataan Sekretaris Jenderal GCC dan seruannya kepada komunitas internasional.
Apa isi kecaman Sekretaris Jenderal GCC? Jasem Albudaiwi mengecam keras serangan rudal balistik dan drone milisi Houthi yang menyasar Riyadh dan Khamis Mushait. Ia menyebut eskalasi ini pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Kerajaan Arab Saudi dan ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil serta stabilitas kawasan. Pernyataan itu dirilis SPA pada 26 September 2026. Rilis tidak menyebut korban, kerusakan, atau lokasi spesifik yang terkena.
Bagaimana sikap negara anggota GCC? Albudaiwi menegaskan negara-negara anggota GCC berdiri dalam solidaritas penuh dengan Arab Saudi. Mereka mendukung semua langkah yang diambil Kerajaan untuk menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayahnya. Dukungan itu disampaikan sebagai sikap kolektif kawasan, bukan pernyataan satu negara. SPA tidak merinci bentuk dukungan operasional atau langkah lanjutan yang akan diambil.
Apa seruan Albudaiwi kepada komunitas internasional? Ia menyerukan komunitas internasional mengambil sikap tegas untuk mengakhiri serangan teroris yang berulang ini. Ia juga meminta para pelaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Seruan itu mencakup dua hal: penghentian serangan dan akuntabilitas pelaku. Rilis SPA tidak menyebut apakah sudah ada respons dari pihak internasional atau langkah kolektif yang disiapkan.
Kota mana saja yang menjadi sasaran serangan? Serangan rudal balistik dan drone menyasar dua kota di Arab Saudi, yaitu Riyadh dan Khamis Mushait. Riyadh berada di bagian tengah dan menjadi pusat pemerintahan serta ekonomi, sementara Khamis Mushait berada di barat daya. Rilis SPA tidak menyebut lokasi persis yang terkena di kedua kota, jumlah proyektil, maupun waktu kejadian selain tanggal pernyataan 26 September 2026.
Apakah ada informasi korban atau kerusakan? Rilis SPA yang memuat pernyataan Sekretaris Jenderal GCC tidak menyebut jumlah korban, kerusakan properti, atau dampak lain dari serangan. Tidak ada pula keterangan mengenai jenis atau jumlah proyektil yang digunakan. Informasi yang tersedia hanya kecaman, pernyataan solidaritas GCC, dan seruan kepada komunitas internasional. Ketiadaan data tersebut disebutkan secara eksplisit sebagai hal yang tidak disampaikan sumber.





