Padang, Sumatera Barat, menjadi lokasi penyelesaian proyek bedah jantung anak sukarela yang dilaksanakan oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief) di Indonesia.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 9 Agustus 2026, proyek yang berlangsung dari 24 hingga 31 Juli 2026 ini melibatkan 16 relawan dari berbagai spesialisasi medis.
Tim medis KSrelief memeriksa 53 pasien, melakukan 25 operasi jantung terbuka, dan dua prosedur kateterisasi jantung. Selain itu, tim melakukan 58 elektrokardiogram (ECG), pemindaian CT untuk dua penerima manfaat, serta meninjau dan menginterpretasikan 30 hasil CT scan.
Program ini juga memberikan transfer pengetahuan kepada 200 orang tenaga medis lokal dan mahasiswa kedokteran dalam lebih dari empat spesialisasi, meliputi terapi pernapasan, keperawatan, perawatan intensif, dan kardiologi.
Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif kemanusiaan dan bantuan Kerajaan Arab Saudi melalui KSrelief untuk mendukung sektor medis dan membantu pasien penyakit jantung di negara-negara sahabat. Rilis tidak menyebutkan rincian biaya proyek atau jumlah total pasien yang mengantre.
Apa saja hasil medis dari proyek KSrelief di Indonesia? Tim medis memeriksa 53 pasien dan berhasil melakukan 25 operasi jantung terbuka serta dua prosedur kateterisasi jantung. Selain itu, dilakukan 58 elektrokardiogram (ECG), dua pemindaian CT, dan interpretasi terhadap 30 hasil CT scan.
Kapan dan di mana proyek bedah jantung ini dilaksanakan? Proyek sukarela ini dilaksanakan di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 24 Juli hingga 31 Juli 2026.
Bagaimana bentuk transfer pengetahuan yang diberikan kepada tenaga medis lokal? KSrelief memberikan transfer pengetahuan kepada 200 individu yang terdiri dari tenaga medis lokal dan mahasiswa kedokteran. Pelatihan mencakup lebih dari empat spesialisasi, yaitu kardiologi, keperawatan, perawatan intensif, dan terapi pernapasan.