Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah menerima panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri, Emigrasi, dan Warga Mesir di Luar Negeri Republik Arab Mesir Dr. Badr Abdelatty pada 8 Oktober 2026.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 8 Oktober 2026, panggilan telepon tersebut berlangsung pada pukul 21.05 waktu setempat atau 18.05 GMT. Kedua menteri membahas perkembangan kawasan dan pentingnya upaya yang diperlukan serta kelanjutan koordinasi antara kedua negara bersaudara.
Pada awal pembicaraan, Abdelatty dengan keras mengecam serangan yang menyasar Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid. Ia menegaskan bahwa eskalasi dan serangan yang menyasar wilayah Kerajaan Arab Saudi merupakan ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas kawasan secara keseluruhan.
Abdelatty menyatakan solidaritas penuh Mesir terhadap Arab Saudi dan menegaskan dukungannya dalam menghadapi segala hal yang mengancam keamanan, stabilitas, dan integritas wilayahnya.
Kedua menteri juga membahas perkembangan kawasan dan pentingnya mengerahkan upaya yang diperlukan serta melanjutkan koordinasi antara kedua negara bersaudara dengan cara yang berkontribusi pada dukungan keamanan dan stabilitas di kawasan.
Pernyataan SPA tidak merinci bentuk serangan yang dimaksud, tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab, tidak menyebut jumlah korban atau kerusakan, dan tidak menyebut lokasi pasti kedua bandara selain namanya. Rilis juga tidak menyebut apakah ada tindak lanjut operasional atau pertemuan lanjutan setelah panggilan telepon tersebut.
Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid disebut dalam rilis sebagai sasaran serangan. Bandara Internasional King Khalid berada di Riyadh, sementara Bandara Abha berada di wilayah selatan Arab Saudi. Keduanya merupakan bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional.
Panggilan telepon ini menjadi bagian dari komunikasi diplomatik antara Riyadh dan Kairo. Mesir dan Arab Saudi memiliki hubungan bilateral yang erat, dan koordinasi lintas kementerian luar negeri menjadi saluran rutin dalam membahas isu keamanan kawasan.
Dalam rilis yang sama, tidak disebutkan apakah panggilan telepon tersebut membahas langkah diplomatik bersama di forum regional atau internasional. Tidak ada pula keterangan mengenai waktu, tempat, atau bentuk dukungan lain di luar pernyataan solidaritas dan dukungan yang disampaikan Abdelatty.
Pernyataan Abdelatty menyebut serangan terhadap Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid sebagai ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas kawasan secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa eskalasi dan serangan terhadap wilayah Kerajaan Arab Saudi tidak hanya berdampak pada Arab Saudi, tetapi juga pada stabilitas kawasan.
Dukungan Mesir dinyatakan dalam konteks menghadapi segala hal yang mengancam keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah Arab Saudi. Rilis tidak menyebut bentuk konkret dukungan tersebut, apakah diplomatik, politik, atau lainnya.
Kedua menteri disebut membahas pentingnya mengerahkan upaya yang diperlukan dan melanjutkan koordinasi antara kedua negara bersaudara. Koordinasi tersebut diarahkan pada dukungan keamanan dan stabilitas di kawasan.
SPA tidak menyebut durasi panggilan telepon, tidak menyebut pejabat lain yang turut serta, dan tidak menyebut apakah ada pernyataan resmi terpisah dari Kementerian Luar Negeri Mesir atau Arab Saudi.
Rilis juga tidak menyebut apakah serangan yang dikecam terjadi sebelum atau pada hari yang sama dengan panggilan telepon tersebut. Tidak ada keterangan mengenai jumlah penerbangan yang terdampak, kondisi bandara saat ini, atau langkah pengamanan yang diambil.
Dalam konteks hubungan bilateral, Arab Saudi dan Mesir sering menyampaikan posisi bersama terkait isu keamanan kawasan. Namun rilis ini hanya memuat pernyataan Abdelatty dan tidak memuat pernyataan langsung Pangeran Faisal bin Farhan.
Tidak ada keterangan dalam rilis mengenai apakah panggilan telepon tersebut menghasilkan kesepakatan, rencana kunjungan, atau langkah lanjutan tertentu. Tidak ada pula penyebutan organisasi regional atau internasional tertentu dalam rilis tersebut.
Rilis SPA ditutup tanpa keterangan tambahan mengenai perkembangan di Bandara Abha atau Bandara Internasional King Khalid setelah serangan yang disebut. Tidak ada informasi mengenai apakah operasional bandara terganggu atau kembali normal.
Panggilan telepon antara kedua menteri luar negeri ini tercatat sebagai komunikasi pada 8 Oktober 2026, dengan waktu lokal 21.05 dan GMT 18.05. Rilis diberi kode 0081 oleh SPA.
Hingga rilis ini diturunkan, tidak ada keterangan mengenai pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang disebut Abdelatty. Tidak ada pula keterangan mengenai penyelidikan atau tanggapan resmi lain dari pihak berwenang Arab Saudi.
Kedua bandara yang disebut merupakan infrastruktur penerbangan yang melayani kota Riyadh dan Abha. Rilis tidak menyebut apakah serangan menyasar fasilitas tertentu di dalam bandara atau area di sekitarnya.
Dalam pernyataannya, Abdelatty menekankan bahwa serangan terhadap wilayah Arab Saudi merupakan ancaman yang mengganggu stabilitas kawasan secara keseluruhan. Ia menyampaikan solidaritas penuh Mesir dan dukungan dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah Arab Saudi.
Kedua menteri juga membahas pentingnya upaya yang diperlukan dan kelanjutan koordinasi antara kedua negara bersaudara. Pembahasan tersebut diarahkan pada dukungan keamanan dan stabilitas di kawasan.
SPA tidak menyebut apakah pembicaraan mencakup isu selain serangan dan perkembangan kawasan. Tidak ada keterangan mengenai topik ekonomi, perdagangan, atau kerja sama bilateral lain dalam rilis tersebut.
Rilis ini tidak memuat kutipan langsung dari Pangeran Faisal bin Farhan. Tidak ada keterangan mengenai posisi Arab Saudi yang disampaikan dalam panggilan telepon tersebut selain bahwa kedua menteri membahas perkembangan kawasan dan koordinasi bilateral.
Dengan demikian, rilis SPA mencatat panggilan telepon antara Menlu Arab Saudi dan Menlu Mesir pada 8 Oktober 2026, kecaman Mesir terhadap serangan yang menyasar Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid, pernyataan solidaritas dan dukungan Mesir, serta pembahasan perkembangan kawasan dan koordinasi kedua negara. Rilis tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab, korban, kerusakan, atau langkah lanjutan.
Siapa yang melakukan panggilan telepon dan kepada siapa? Menteri Luar Negeri, Emigrasi, dan Warga Mesir di Luar Negeri Republik Arab Mesir Dr. Badr Abdelatty menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah. Panggilan berlangsung pada 8 Oktober 2026 pukul 21.05 waktu setempat atau 18.05 GMT, seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA. Rilis tidak menyebut durasi panggilan atau pejabat lain yang turut serta dalam pembicaraan tersebut.
Apa yang dikecam Abdelatty dalam pembicaraan itu? Abdelatty dengan keras mengecam serangan yang menyasar Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid. Ia menegaskan bahwa eskalasi dan serangan yang menyasar wilayah Kerajaan Arab Saudi merupakan ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas kawasan secara keseluruhan. Rilis SPA tidak merinci bentuk serangan, pihak yang bertanggung jawab, jumlah korban, atau kerusakan yang timbul dari serangan tersebut.
Apa bentuk dukungan Mesir yang disampaikan? Abdelatty menyatakan solidaritas penuh Mesir terhadap Arab Saudi dan menegaskan dukungannya dalam menghadapi segala hal yang mengancam keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan pada awal pembicaraan telepon. Rilis tidak menyebut bentuk konkret dukungan tersebut, apakah diplomatik, politik, atau lainnya, dan tidak menyebut langkah lanjutan setelah pernyataan itu.
Apa saja yang dibahas kedua menteri selain serangan? Kedua menteri membahas perkembangan kawasan dan pentingnya mengerahkan upaya yang diperlukan serta melanjutkan koordinasi antara kedua negara bersaudara. Koordinasi itu diarahkan pada dukungan keamanan dan stabilitas di kawasan. Rilis SPA tidak menyebut isu lain seperti ekonomi, perdagangan, atau kerja sama bilateral lain, dan tidak menyebut apakah ada kesepakatan atau rencana kunjungan lanjutan.
Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA tersebut? Rilis tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan, jumlah korban, kerusakan, atau lokasi pasti kedua bandara selain namanya. Tidak ada keterangan mengenai apakah operasional bandara terganggu, jumlah penerbangan yang terdampak, atau langkah pengamanan yang diambil. Rilis juga tidak memuat kutipan langsung dari Pangeran Faisal bin Farhan dan tidak menyebut organisasi regional atau internasional tertentu.
Kapan dan di mana panggilan telepon itu berlangsung? Panggilan telepon berlangsung pada 8 Oktober 2026, dengan waktu lokal 21.05 dan GMT 18.05, menurut rilis SPA yang diberi kode 0081. Rilis tidak menyebut lokasi fisik Pangeran Faisal bin Farhan atau Abdelatty saat panggilan berlangsung. Tidak ada keterangan apakah panggilan dilakukan dari Riyadh, Kairo, atau tempat lain, dan tidak ada keterangan mengenai durasi pembicaraan tersebut.