Sunday, September 6, 2026
Berita KSA

Wilayah Al Bahah miliki 140 ribu pohon kurma dengan produksi 2 ribu ton per tahun

Wilayah Al Bahah miliki 140 ribu pohon kurma dengan produksi 2 ribu ton per tahun

Wilayah Al Bahah memiliki lebih dari 140.000 pohon kurma yang menghasilkan lebih dari dua ribu ton kurma setiap tahunnya.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 13 Agustus 2026, Direktur Departemen Sektor Non-Profit dan Solusi Pertanian di cabang Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian di wilayah Al Bahah, Saeed bin Musfir Al-Ghamdi, menyampaikan data tersebut. Kota Al-Aqiq menjadi salah satu area paling sesuai untuk budidaya kurma di wilayah ini.

Produksi kurma di wilayah ini mencakup berbagai varietas seperti Sifri, Khalas, Sukkari, dan Barhi. Perbedaan waktu panen dan karakteristik varietas ini memungkinkan petani memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Kementerian memberikan bantuan melalui program pelatihan, lokakarya khusus, dan kunjungan lapangan untuk meningkatkan metode penanaman, irigasi, pemupukan, serta manajemen pasca panen. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi, mengurangi limbah pertanian, dan meningkatkan pendapatan petani.

Petani juga diperkenalkan dengan program pertanian organik untuk keberlanjutan sumber daya alam. Selain itu, program pengembangan pertanian pedesaan “Reef” memberikan dukungan finansial tanpa pengembalian bagi petani kurma dan industri pengolahan terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Berapa jumlah produksi kurma di wilayah Al Bahah? Wilayah Al Bahah memiliki lebih dari 140.000 pohon kurma. Produksi tahunannya mencapai lebih dari dua ribu ton kurma, dengan Kota Al-Aqiq menjadi salah satu pusat budidaya utama.

Apa saja varietas kurma yang diproduksi di Al Bahah? Varietas kurma yang diproduksi meliputi Sifri, Khalas, Sukkari, dan Barhi. Perbedaan karakteristik dan waktu panen varietas ini membantu petani dalam diversifikasi produksi untuk pasar lokal.

Bagaimana bentuk dukungan pemerintah bagi petani kurma di Al Bahah? Kementerian menyediakan pelatihan, lokakarya, dan kunjungan lapangan untuk memperbaiki metode irigasi serta pemupukan. Selain itu, program “Reef” memberikan dukungan finansial tanpa pengembalian bagi petani dan industri pengolahan.