Thursday, September 17, 2026
Sains

Forum Global UNESCO tentang Etika AI di Riyadh Gelar 18 Sesi

Forum Global UNESCO tentang Etika AI di Riyadh Gelar 18 Sesi

Riyadh menjadi tuan rumah hari kedua Forum Global UNESCO keempat tentang Etika Kecerdasan Buatan (AI) yang menghadirkan pejabat internasional, pakar teknis, dan pemimpin institusi dalam 18 lokakarya dan sesi khusus.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 16 September 2026, acara ini juga menandai peluncuran alat baru UNESCO untuk memajukan tata kelola global, kesiapan AI, dan keberlanjutan lingkungan.

Sesi-sesi tersebut berfokus pada penerapan AI yang bertanggung jawab, mencakup keamanan digital anak dan remaja, tata kelola kesehatan, pengurangan kesenjangan, pendidikan, standar etika, serta keragaman budaya dan bahasa. Diskusi juga membahas aplikasi AI embodied dan integrasi AI etis di museum.

Institusi Saudi turut berkontribusi dalam agenda ini. Saudi Data and AI Authority terlibat dalam panel inklusivitas, pendidikan, keamanan, pelestarian bahasa, dan AI embodied. Entitas lain yang berpartisipasi meliputi Ministry of Justice, Human Rights Commission, King Abdulaziz City for Science and Technology, Public Health Authority, King Salman Global Academy for Arabic Language, Heritage Commission, dan National Museum.

Apa fokus utama dari sesi Forum Global UNESCO tentang Etika AI? Sesi berfokus pada penerapan AI yang bertanggung jawab, termasuk keamanan digital anak dan remaja, tata kelola kesehatan, pendidikan, dan standar etika. Diskusi juga mencakup pengurangan kesenjangan, keragaman budaya dan bahasa, serta integrasi AI etis di museum.

Apa yang diluncurkan UNESCO selama forum di Riyadh tersebut? UNESCO meluncurkan alat-alat baru yang dirancang untuk memajukan tata kelola global, meningkatkan kesiapan AI, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan 18 lokakarya dan sesi khusus pada hari kedua.

Institusi Saudi mana saja yang berpartisipasi dalam forum ini? Saudi Data and AI Authority terlibat dalam panel inklusivitas, pendidikan, keamanan, pelestarian bahasa, dan AI embodied. Peserta lainnya meliputi Ministry of Justice, Human Rights Commission, King Abdulaziz City for Science and Technology, Public Health Authority, King Salman Global Academy for Arabic Language, Heritage Commission, dan National Museum.