Thursday, September 17, 2026
Sains

Kota Al Namas di Asir Jadi Tuan Rumah Program Musim Panas AI Kedua

Kota Al Namas di Asir Jadi Tuan Rumah Program Musim Panas AI Kedua

Kota Al Namas di wilayah Asir menjadi tuan rumah edisi kedua program musim panas spesialis kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan oleh Akademi EVAAZ bekerja sama dengan organisasi global WAICY.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 10 Agustus 2026, program ini diikuti oleh siswa berusia 13 hingga 18 tahun. Peserta mendapatkan pelatihan spesialis yang menggabungkan teori dengan aplikasi praktis untuk mempersiapkan kompetisi AI internasional.

CEO Akademi EVAAZ, Dr. Khalid Al-Ghamdi, menjelaskan bahwa pemindahan program ini dari Portugal, yang menjadi tuan rumah edisi pertama, ke Arab Saudi merupakan perubahan penting. Pemilihan Al Namas dilakukan setelah siswa Saudi meraih peringkat pertama dunia dalam kompetisi WAICY 2025.

Program yang berlangsung selama enam minggu ini mencakup pembelajaran prinsip AI hingga desain proyek inovatif untuk solusi masalah nyata di bawah pengawasan mentor EVAAZ dan WAICY. Tahapan berakhir dengan pemilihan enam tim terbaik untuk mengikuti kamp praktis dan tahap final di Al Namas.

WAICY telah mendaftarkan program Saudi ini secara resmi dalam daftar program globalnya. Rilis tidak menyebutkan jumlah total peserta atau detail biaya program.

Siapa target peserta program AI di Al Namas? Program ini ditujukan bagi siswa berusia antara 13 hingga 18 tahun. Mereka mengikuti pelatihan yang menggabungkan pendidikan spesialis dengan aplikasi praktis untuk persiapan kompetisi AI internasional.

Mengapa program ini dipindahkan ke Arab Saudi? Pemindahan dari Portugal ke Arab Saudi dilakukan setelah siswa Saudi berhasil meraih peringkat pertama dunia dalam kompetisi WAICY 2025. Hal ini menurut Dr. Khalid Al-Ghamdi menjadi alasan pemilihan Al Namas sebagai tuan rumah.

Bagaimana struktur pelaksanaan program tersebut? Program berlangsung selama enam minggu, mulai dari mempelajari prinsip AI hingga eksekusi proyek inovatif. Tahap akhir melibatkan pemilihan enam tim terbaik untuk kamp praktis dan evaluasi proyek di Al Namas.