Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menekankan bahwa meskipun jintan (Cuminum cyminum) memiliki nilai nutrisi dan manfaat kesehatan seperti membantu pencernaan dan meredakan gas, bahan ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi medis.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 7 Maret 2025, SFDA menyarankan asupan harian yang direkomendasikan adalah 1,5 hingga 3 gram, dengan catatan satu sendok teh setara dengan sekitar 5 gram.
SFDA memperingatkan bahwa jintan dapat berinteraksi dengan obat diabetes dan pengencer darah, yang berpotensi meniru efek obat tersebut dan menyebabkan komplikasi. Konsultasi medis sangat disarankan bagi wanita hamil, ibu menyusui, serta individu dengan diabetes atau gangguan pembekuan darah.
Bagi wanita hamil, jintan dapat memicu kontraksi rahim yang meningkatkan risiko kelahiran prematur serta memengaruhi keseimbangan hormon. Pada ibu menyusui, jintan dapat memengaruhi produksi ASI yang berpotensi menyebabkan diare atau kolik pada bayi, serta menyebabkan diare atau refluks asam.
SFDA juga menyarankan penghentian konsumsi jintan setidaknya dua minggu sebelum prosedur bedah karena dapat meningkatkan risiko pendarahan. Otoritas tersebut menegaskan bahwa herbal dengan efek terapeutik harus digunakan dengan hati-hati karena dapat memengaruhi penyerapan nutrisi atau berinteraksi dengan obat-obatan.
Berapa dosis harian jintan yang direkomendasikan SFDA? SFDA menyarankan asupan harian jintan antara 1,5 hingga 3 gram. Sebagai referensi takaran, satu sendok teh jintan memiliki berat sekitar 5 gram.
Siapa saja yang sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jintan? Konsultasi medis sangat direkomendasikan bagi individu dengan diabetes atau gangguan pembekuan darah. Selain itu, wanita hamil dan ibu menyusui juga diminta berkonsultasi dengan dokter.
Apa risiko konsumsi jintan bagi wanita hamil dan ibu menyusui? Pada wanita hamil, jintan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memicu kontraksi rahim yang meningkatkan risiko kelahiran prematur. Bagi ibu menyusui, jintan dapat memengaruhi produksi ASI dan berpotensi menyebabkan kolik atau diare pada bayi.
Mengapa konsumsi jintan harus dihentikan sebelum operasi? SFDA menyarankan penghentian konsumsi jintan setidaknya dua minggu sebelum prosedur bedah. Hal ini dikarenakan jintan dapat meningkatkan risiko pendarahan selama operasi.