Masjid Al-Masqi, salah satu masjid tertua di Wilayah Aseer yang dibangun antara tahun 73 hingga 75 H, kini menjadi bagian dari Mohammed bin Salman Project for Developing Historic Mosques (Tahap Dua). Proyek ini bertujuan untuk merestorasi fitur arsitektural masjid dan menghidupkan kembali warisannya sebagai tempat ibadah dengan sejarah lebih dari 13,5 abad.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 23 Maret 2025, masjid yang terletak di bagian timur desa Al-Masqi, sekitar 32 kilometer tenggara Abha ini, memiliki ciri khas desain tradisional Sarat yang akan tetap dipertahankan selama proses renovasi. Dengan luas area 405,72 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 156 jemaah. Masjid Al-Masqi terakhir kali dibangun kembali pada tahun 1397 H dan telah tidak beroperasi untuk salat dalam beberapa tahun terakhir.
Bagaimana cara menjaga keaslian bangunan yang telah berdiri selama berabad-abad ini? Proyek restorasi akan berfokus pada pelestarian nilai sejarah dan pemulihan elemen estetika dengan menggunakan bahan-bahan alami dari Pegunungan Sarat. Material yang digunakan meliputi batu lokal serta kayu untuk bagian langit-langit, kolom, jendela, dan pintu. Selain itu, menara masjid yang memiliki tinggi 12,7 meter juga akan dikembangkan, bersama dengan pola arsitektur bangunan dan jalur pejalan kaki yang padat, yang merupakan ciri khas desa-desa pegunungan.
Apa yang membuat arsitektur Masjid Al-Masqi begitu istimewa dibandingkan bangunan lainnya? Salah satu fitur menonjol dari masjid ini, di antara berbagai desain gaya Sarat, adalah penggunaan batu lumpur. Di wilayah dataran tinggi, bangunan yang terbuat dari batu dan lumpur biasanya menggabungkan sistem “madaamik” dan dinding tebal dengan “raqaf” untuk melindungi bangunan dari hujan serta memberikan keteduhan. Gaya Sarat sendiri dibentuk oleh iklim, geografi, serta pengaruh sosial dan budaya setempat. Selain itu, masjid ini memiliki menara unik yang membedakannya dari masjid-masjid lain di Aseer.
Apakah upaya pelestarian ini mencakup wilayah lain di seluruh Kerajaan? Masjid Al-Masqi merupakan satu dari 30 masjid di 13 wilayah Kerajaan yang masuk dalam tahap kedua proyek ini. Distribusi proyek mencakup enam masjid di Riyadh, lima di Makkah, empat di Madinah, tiga di Aseer, serta masing-masing dua masjid di Wilayah Timur, Al-Jouf, dan Jazan. Selain itu, terdapat satu masjid di masing-masing wilayah Northern Borders, Tabuk, Al-Baha, Najran, Hail, dan Qassim.
Mungkinkah restorasi ini menjadi standar baru bagi pelestarian situs bersejarah di Arab Saudi? Tahap kedua ini dilaksanakan setelah keberhasilan penyelesaian tahap pertama yang juga merestorasi 30 masjid bersejarah. Dengan mengembalikan fungsi ibadah pada situs-situs kuno, proyek ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan tetapi juga mengembalikan peran sosial masjid dalam komunitas.
Sejauh mana material lokal dapat memperkuat struktur bangunan kuno? Penggunaan batu dan kayu dari Pegunungan Sarat memastikan bahwa integrasi antara bangunan dan lingkungan alam tetap terjaga. Hal ini menunjukkan pentingnya mempertahankan teknik konstruksi tradisional dalam menghadapi tantangan cuaca di wilayah pegunungan.
Bagaimana dampak jangka panjang dari revitalisasi masjid-masjid bersejarah ini bagi generasi mendatang? Dengan menghidupkan kembali tempat ibadah yang sempat tidak operasional, warisan arsitektur Sarat dapat dipelajari dan diapresiasi secara langsung oleh masyarakat luas. Rilis tidak menyebutkan total anggaran proyek atau tanggal pasti penyelesaian restorasi Masjid Al-Masqi.
Kapan Masjid Al-Masqi dibangun dan di mana lokasinya? Masjid Al-Masqi dibangun antara tahun 73 hingga 75 H. Lokasinya berada di bagian timur desa Al-Masqi, sekitar 32 kilometer tenggara Abha di Wilayah Aseer.
Apa saja material yang digunakan dalam restorasi Masjid Al-Masqi? Restorasi menggunakan bahan alami dari Pegunungan Sarat, termasuk batu lokal dan kayu untuk bagian kolom, jendela, pintu, serta langit-langit masjid.
Apa ciri khas arsitektur gaya Sarat pada Masjid Al-Masqi? Ciri khasnya adalah penggunaan batu lumpur, sistem madaamik, dan dinding tebal dengan raqaf untuk perlindungan hujan. Masjid ini juga memiliki menara unik setinggi 12,7 meter.
Berapa banyak masjid yang terlibat dalam tahap kedua proyek ini? Terdapat 30 masjid di 13 wilayah Kerajaan, termasuk Riyadh (6), Makkah (5), Madinah (4), Aseer (3), Wilayah Timur, Al-Jouf, dan Jazan (masing-masing 2), serta wilayah lainnya (masing-masing 1).