Kementerian Haji dan Umrah menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data untuk mengembangkan layanan bagi jemaah haji dan umrah, termasuk pengelolaan pergerakan massa dan arus jemaah.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 6 September 2026, langkah ini bertujuan menghasilkan wawasan dan prakiraan untuk mendukung perencanaan serta pengambilan keputusan sesuai Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program (PEP).
Kementerian menerapkan analisis tingkat lanjut dan pengenalan pola untuk mempelajari tren, perilaku, preferensi jemaah, serta permintaan dan penawaran. Analisis prediktif digunakan untuk memprakirakan tanggal kedatangan, keberangkatan, dan durasi tinggal jemaah.
Secara operasional, algoritma canggih digunakan untuk mengelola arus massa, memprediksi periode puncak, serta mengoptimalkan rute bus antar situs suci. Untuk layanan langsung, “Nusuk AI” menyediakan panduan dalam lebih dari 180 bahasa dengan interaksi suara, yang telah digunakan lebih dari dua juta pengguna, termasuk 393.000 pengguna pada bulan lalu.
Kementerian juga menyediakan layanan “Digital Mutawwif” melalui aplikasi Nusuk. Fitur ini menggunakan spatial AI untuk memahami lokasi dan pergerakan jemaah secara real-time guna memandu rute, lantai, serta menghitung putaran Tawaf secara otomatis. Rilis tidak menyebutkan biaya pengembangan teknologi tersebut.
Bagaimana AI membantu operasional manajemen jemaah? Kementerian menggunakan algoritma canggih untuk menganalisis dan mengelola arus massa serta memprediksi periode puncak. Selain itu, AI digunakan untuk menganalisis pergerakan bus dan mengoptimalkan rute transportasi antar situs suci guna meningkatkan efisiensi pergerakan.
Apa fungsi dari layanan Nusuk AI bagi jemaah? Nusuk AI memberikan informasi dan panduan mengenai haji, umrah, dan kunjungan serta menjawab berbagai pertanyaan. Layanan ini mendukung lebih dari 180 bahasa, menawarkan interaksi suara, dan telah digunakan oleh lebih dari dua juta pengguna.
Apa itu layanan Digital Mutawwif? Digital Mutawwif adalah pendamping berbasis AI dalam aplikasi Nusuk yang membantu jemaah saat menjalankan ritual. Layanan ini menggunakan spatial AI untuk memahami lokasi dan konteks perjalanan secara real-time guna memandu rute dan menghitung putaran Tawaf otomatis.
Data apa saja yang dianalisis oleh Kementerian Haji dan Umrah? Kementerian melakukan studi tentang tren haji dan umrah, perilaku serta preferensi jemaah, dan analisis permintaan dan penawaran. Analisis prediktif juga digunakan untuk memprakirakan tanggal kedatangan, keberangkatan, serta lama tinggal jemaah.