Wednesday, October 21, 2026
Berita KSA

NCVC sebar 18.719 kg benih untuk rehabilitasi 10.398 hektare padang rumput di Madinah

NCVC sebar 18.719 kg benih untuk rehabilitasi 10.398 hektare padang rumput di Madinah

Cabang National Center for Vegetation Cover Development and Combating Desertification (NCVC) di Madinah meluncurkan kampanye rehabilitasi padang rumput alami dengan menyebar 18.719 kilogram benih di atas lahan seluas 10.398 hektare. Penyebaran benih itu disesuaikan dengan waktu turunnya hujan, sebagai bagian dari Musim Penghijauan Nasional 2026.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 20 Oktober 2026, kampanye ini menyasar tiga lokasi di dua governorate. Di Governorate Al-Hanakiyah, kampanye mencakup 8.836 hektare di King Abdulaziz Hima Reserve dengan 15.906 kilogram benih, ditambah 266 hektare padang rumput Al-Shaqran dengan 480 kilogram benih.

Di Governorate Badr, sebanyak 1.719 kilogram benih disebar di atas 955 hektare padang rumput Al-Sumaydah. Dengan demikian, total luasan yang direhabilitasi mencapai 10.398 hektare dan total benih yang digunakan 18.719 kilogram.

NCVC menggunakan mesin modern untuk menyebarkan benih tanaman liar asli dan tanaman pakan ternak. Tujuannya memulihkan lahan terdegradasi, memperbaiki tutupan vegetasi, dan mendukung sasaran Saudi Green Initiative.

Angka-angka dalam kampanye ini menunjukkan skala kerja yang tidak kecil. Bayangkan menyebar lebih dari 18 ton benih di hamparan yang luasnya menembus sepuluh ribu hektare — bagaimana pekerjaan sebesar itu dituntaskan tepat pada musim hujan yang jendelanya sempit? Pertanyaan itu relevan karena keberhasilan rehabilitasi padang rumput sangat bergantung pada waktu.

Al-Hanakiyah menanggung porsi terbesar. King Abdulaziz Hima Reserve seluas 8.836 hektare menerima 15.906 kilogram benih, atau sekitar 85 persen dari seluruh benih yang disebar dalam kampanye ini. Sementara padang rumput Al-Shaqran di governorate yang sama hanya mencakup 266 hektare dengan 480 kilogram benih. Mengapa satu kawasan dilindungi mendapat porsi jauh lebih besar dibanding padang rumput di sekitarnya?

Di Badr, padang rumput Al-Sumaydah seluas 955 hektare menerima 1.719 kilogram benih. Jika dihitung kasar, kepadatan penyebaran benih di Al-Sumaydah berbeda dari kepadatan di King Abdulaziz Hima Reserve. Apakah perbedaan ini murni soal kondisi lahan, atau ada pertimbangan lain seperti jenis tanaman dan tingkat degradasi?

Yang jelas, NCVC menyebut penggunaan mesin modern sebagai metode penyebaran. Alat berat dan mesin penyebar memungkinkan benih tersebar merata di area yang tidak praktis dijangkau tenaga manusia. Namun, apakah mekanisasi saja cukup untuk memastikan benih tumbuh, ketika faktor curah hujan dan jenis tanah sama-sama menentukan?

Pilihan menyesuaikan penyebaran dengan waktu hujan adalah keputusan teknis yang masuk akal. Benih tanaman liar dan pakan ternak membutuhkan kelembapan untuk berkecambah. Menyebar benih sebelum hujan turun memberi peluang lebih besar bagi benih untuk menyerap air dan berakar. Tetapi bagaimana jika pola hujan bergeser atau curah hujan di bawah normal — apa rencana cadangan untuk lahan yang sudah ditanami benih?

Kampanye ini juga menyoroti dua jenis tanaman yang digunakan: tanaman liar asli dan tanaman pakan ternak. Tanaman liar asli dipilih karena adaptasinya terhadap kondisi lokal, sedangkan tanaman pakan ternak mendukung kebutuhan peternakan di kawasan tersebut. Apakah kombinasi keduanya cukup untuk memulihkan fungsi padang rumput sebagai sumber pakan sekaligus ekosistem alami?

King Abdulaziz Hima Reserve sendiri merupakan kawasan lindung. Status hima — kawasan konservasi tradisional di Jazirah Arab — memberi perlindungan dari penggembalaan berlebihan dan aktivitas yang merusak. Dengan status itu, kawasan seluas 8.836 hektare ini menjadi prioritas rehabilitasi. Tetapi apakah perlindungan status saja menjamin vegetasi pulih tanpa pengelolaan berkelanjutan setelah benih disebar?

Kampanye di Madinah adalah bagian dari Musim Penghijauan Nasional 2026. Program ini menjadi payung bagi kegiatan penghijauan di berbagai wilayah Arab Saudi. Pertanyaannya, bagaimana capaian kampanye di Madinah nanti diukur — dari luas lahan yang ditanami, dari tingkat perkecambahan, atau dari tutupan vegetasi yang terbentuk dalam jangka panjang?

NCVC secara eksplisit menyebut tiga tujuan: memulihkan lahan terdegradasi, memperbaiki tutupan vegetasi, dan mendukung sasaran Saudi Green Initiative. Ketiganya saling terkait. Lahan yang terdegradasi kehilangan kemampuan menahan air dan tanah, sehingga tutupan vegetasi sulit tumbuh. Sebaliknya, vegetasi yang pulih membantu menstabilkan tanah dan menyerap karbon. Apakah pendekatan penyebaran benih massal seperti ini merupakan cara paling efisien untuk mencapai ketiga tujuan tersebut sekaligus?

Lahan terdegradasi di kawasan Madinah, seperti di banyak wilayah Arab Saudi, menghadapi tekanan penggembalaan, kekeringan, dan erosi. Rehabilitasi padang rumput alami bukan sekadar menanam, tetapi juga mengembalikan keseimbangan ekologis. Dalam konteks itu, penyebaran 18.719 kilogram benih di 10.398 hektare adalah langkah awal yang terukur. Namun, apakah langkah awal ini akan diikuti dengan pemantauan dan perawatan jangka panjang?

Perlu dicatat bahwa rilis SPA tidak menyebutkan jenis spesifik benih yang digunakan, tingkat keberhasilan perkecambahan yang ditargetkan, biaya kampanye, jumlah personel yang terlibat, atau jadwal pemantauan setelah penyebaran. Rilis juga tidak merinci berapa lama kampanye berlangsung atau apakah akan ada tahap lanjutan di lokasi yang sama.

Yang disampaikan adalah fakta-fakta dasar: lokasi, luasan, berat benih, metode, dan kaitannya dengan Musim Penghijauan Nasional 2026 serta Saudi Green Initiative. Dari situ, publik bisa menilai skala upaya rehabilitasi yang dilakukan di Madinah. Apakah angka 10.398 hektare cukup besar untuk memberi dampak nyata pada tutupan vegetasi regional, atau masih merupakan sebagian kecil dari kebutuhan yang jauh lebih luas?

Kampanye ini juga menunjukkan pendekatan berbasis musim. Menyesuaikan penyebaran dengan hujan berarti pekerjaan harus selesai dalam jendela waktu tertentu. Jika hujan datang lebih awal atau lebih lambat, jadwal bisa terganggu. Bagaimana NCVC mengelola risiko waktu semacam itu di lapangan?

Di sisi lain, penggunaan benih tanaman asli menunjukkan kesadaran akan pentingnya spesies lokal. Tanaman asli lebih tahan terhadap kondisi iklim setempat dan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem seperti spesies pendatang. Apakah pendekatan ini akan menjadi standar tetap dalam program penghijauan berikutnya?

Dengan total 18.719 kilogram benih yang tersebar di tiga lokasi, kampanye Madinah menjadi contoh konkret bagaimana rehabilitasi lahan dijalankan pada tingkat regional. King Abdulaziz Hima Reserve, Al-Shaqran, dan Al-Sumaydah adalah nama-nama yang kini masuk dalam peta upaya pemulihan padang rumput. Apakah lokasi-lokasi ini akan menjadi model yang direplikasi di wilayah lain?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu belum ada dalam rilis SPA. Yang tersedia adalah data awal: 10.398 hektare, 18.719 kilogram benih, tiga lokasi, dua governorate, dan kaitan dengan musim penghijauan nasional. Selebihnya, hasil kampanye akan terlihat dari kondisi lahan dalam bulan-bulan mendatang.

Berapa luas lahan dan berat benih dalam kampanye rehabilitasi padang rumput NCVC di Madinah? Cabang NCVC di Madinah menyebar 18.719 kilogram benih di atas 10.398 hektare padang rumput alami. Rinciannya, 8.836 hektare di King Abdulaziz Hima Reserve dengan 15.906 kilogram benih dan 266 hektare padang rumput Al-Shaqran dengan 480 kilogram di Governorate Al-Hanakiyah, serta 955 hektare padang rumput Al-Sumaydah dengan 1.719 kilogram benih di Governorate Badr. Penyebaran disesuaikan dengan waktu turunnya hujan.

Mengapa penyebaran benih disesuaikan dengan waktu hujan? SPA melaporkan kampanye ini timed to coincide with rainfall, atau disesuaikan dengan waktu turunnya hujan, sebagai bagian dari Musim Penghijauan Nasional 2026. Benih tanaman liar asli dan tanaman pakan ternak membutuhkan kelembapan untuk berkecambah, sehingga penyebaran sebelum hujan memberi peluang lebih besar bagi benih menyerap air dan berakar. Rilis tidak menyebut rencana cadangan jika curah hujan di bawah normal.

Apa tujuan kampanye ini menurut NCVC? NCVC menyatakan kampanye ini bertujuan memulihkan lahan terdegradasi, memperbaiki tutupan vegetasi, dan mendukung sasaran Saudi Green Initiative. NCVC menggunakan mesin modern untuk menyebarkan benih tanaman liar asli dan tanaman pakan ternak. Ketiga tujuan itu saling terkait: lahan terdegradasi sulit menahan air dan tanah, sementara vegetasi yang pulih membantu menstabilkan tanah. Rilis tidak merinci target tingkat perkecambahan atau jadwal pemantauan.

Di mana saja lokasi kampanye rehabilitasi ini? Kampanye mencakup tiga lokasi di dua governorate. Di Governorate Al-Hanakiyah terdapat King Abdulaziz Hima Reserve seluas 8.836 hektare dan padang rumput Al-Shaqran seluas 266 hektare. Di Governorate Badr terdapat padang rumput Al-Sumaydah seluas 955 hektare. King Abdulaziz Hima Reserve menerima porsi terbesar, yaitu 15.906 kilogram benih atau sekitar 85 persen dari total benih yang disebar dalam kampanye ini.

Apa yang tidak disebutkan dalam rilis SPA tentang kampanye ini? Rilis SPA tidak menyebutkan jenis spesifik benih yang digunakan, tingkat keberhasilan perkecambahan yang ditargetkan, biaya kampanye, jumlah personel yang terlibat, maupun jadwal pemantauan setelah penyebaran. Rilis juga tidak merinci berapa lama kampanye berlangsung atau apakah akan ada tahap lanjutan di lokasi yang sama. Informasi yang tersedia terbatas pada lokasi, luasan, berat benih, metode, dan kaitannya dengan Musim Penghijauan Nasional 2026.

Apa kaitan kampanye ini dengan Saudi Green Initiative? NCVC menyebut kampanye rehabilitasi padang rumput di Madinah sebagai bagian dari Musim Penghijauan Nasional 2026 dan mendukung sasaran Saudi Green Initiative. Penyebaran benih tanaman asli di lahan terdegradasi bertujuan memperbaiki tutupan vegetasi, yang pada gilirannya membantu menstabilkan tanah dan menyerap karbon. Rilis tidak merinci bagaimana capaian kampanye ini akan diukur atau dilaporkan dalam kerangka Saudi Green Initiative.