Abuja, Nigeria menjadi lokasi peluncuran inisiatif perdamaian komunitas oleh Muslim World League melalui konferensi internasional bertema Diversity and Community Peace.. Partnership for a Promising Future.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 12 Agustus 2026, Sekretaris Jenderal Muslim World League sekaligus Ketua Organisasi Ulama Muslim, Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, meluncurkan inisiatif tersebut. Acara ini berada di bawah naungan Presiden Republik Federal Nigeria Bola Ahmed Tinubu dengan partisipasi pemimpin agama Islam dan Kristen, menteri, anggota parlemen, serta pemimpin masyarakat sipil.
Konferensi tersebut menghasilkan kesepakatan Deklarasi Abuja yang disetujui secara konsensus oleh para pemimpin agama dari berbagai keyakinan dan mazhab di wilayah tersebut. Deklarasi ini mencakup rencana aksi bersama antara lembaga pemerintah, pemimpin agama Islam dan Kristen, serta organisasi masyarakat sipil.
Deklarasi Abuja menetapkan perluasan program ilmiah, pelatihan, dan media berdasarkan Dokumen Makkah untuk menghadapi tantangan perdamaian, koeksistensi, dan stabilitas sosial. Fokus utamanya adalah memperkuat kemitraan dalam pencegahan konflik dan perlindungan struktur nasional yang beragam secara agama dan etnis. Selain itu, dibentuk Koordinasi Pemimpin dan Lembaga Agama serta Sipil di Afrika Barat untuk memantau pelaksanaan rencana aksi tersebut.
Inisiatif ini berfokus pada penanganan akar masalah intelektual dan sosial, termasuk pemikiran ekstremis, melalui perjanjian mengikat antar pihak terkait untuk menjamin keberlanjutan. Rilis tidak menyebutkan durasi spesifik rencana aksi atau jumlah peserta konferensi.
Apa tujuan dari inisiatif perdamaian di Afrika Barat ini? Inisiatif ini bertujuan menangani akar masalah intelektual dan sosial, terutama pemikiran ekstremis. Program ini mengedepankan komitmen dan kemitraan berkelanjutan melalui perjanjian mengikat antara semua pihak terkait untuk menjaga stabilitas komunitas.
Apa itu Deklarasi Abuja yang dihasilkan dalam konferensi tersebut? Deklarasi Abuja adalah kesepakatan konsensus antara pemimpin agama dari berbagai keyakinan dan mazhab di Afrika Barat. Deklarasi ini menetapkan rencana aksi bersama antara lembaga pemerintah, pemimpin agama Islam dan Kristen, serta organisasi masyarakat sipil.
Bagaimana Dokumen Makkah diterapkan dalam inisiatif ini? Dokumen Makkah digunakan sebagai dasar untuk memperluas program ilmiah, pelatihan, dan media guna menghadapi tantangan koeksistensi dan stabilitas sosial. Fokusnya adalah pencegahan konflik dan perlindungan struktur nasional yang beragam secara etnis dan agama.