Kereta Cepat Haramain mencatat rekor jumlah penumpang tertinggi dalam satu hari sejak diresmikan pada 2018, dengan sekitar 48.000 penumpang pada hari ke-15 Ramadan. Angka itu menjadi puncak baru bagi layanan kereta cepat yang menghubungkan Makkah dan Madinah, dan menegaskan posisinya sebagai salah satu moda transportasi paling diminati selama bulan suci.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 26 Maret 2025, rekor tersebut tercatat di tengah lonjakan permintaan yang berlangsung sejak awal Ramadan. Sejak awal bulan suci, rata-rata penumpang harian melampaui 39.000 orang, mencerminkan tingginya kebutuhan jamaah akan kereta sebagai sarana tercepat menuju Makkah.
Kereta terus beroperasi pada kapasitas penuh. Jumlah perjalanan harian meningkat bertahap sejak awal Ramadan dan mencapai 130 perjalanan per hari selama 10 hari terakhir bulan itu. Saudi Arabia Railways (SAR) menyesuaikan jadwal kereta agar sesuai dengan waktu puncak jamaah umrah, jamaah salat, dan pengunjung. Penyesuaian juga dilakukan pada alur pergerakan penumpang di dalam stasiun, dan ruang tunggu tambahan disediakan di Stasiun Madinah untuk memperlancar pergerakan serta meningkatkan pengalaman perjalanan.
Bagi jamaah yang mengejar waktu, apa arti satu hari dengan 48.000 penumpang? Angka itu menunjukkan bahwa kereta cepat bukan lagi pilihan alternatif, melainkan tulang punggung perjalanan antara dua kota suci pada musim puncak. Ketika rata-rata harian menembus 39.000 penumpang, tekanan pada jadwal, stasiun, dan alur penumpang menjadi ujian nyata bagi kesiapan operasional.
Haramain High-Speed Railway merupakan salah satu proyek transportasi paling menonjol yang melayani jamaah sepanjang tahun. Kereta ini menghubungkan Makkah dan Madinah, melewati Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, dan King Abdullah Economic City. Layanan ini beroperasi pada jalur listrik sepanjang 453 kilometer dan termasuk dalam 10 kereta tercepat di dunia, dengan kecepatan operasional hingga 300 km/jam.
Kecepatan itu menjelaskan mengapa permintaan melonjak pada Ramadan. Perjalanan yang menghubungkan Makkah, Jeddah, dan Madinah dalam waktu singkat memberi jamaah keleluasaan mengatur waktu ibadah dan perjalanan. Namun, apakah kecepatan saja cukup ketika puluhan ribu orang bergerak pada jam yang sama? Di sinilah penyesuaian jadwal dan alur stasiun memainkan peran penting.
SAR telah mengumumkan rencana operasional Ramadan sebelum musim dimulai. Rencana itu mencakup penyediaan 1,6 juta kursi pada lebih dari 3.400 perjalanan di Haramain High-Speed Railway. Penyediaan kursi dalam jumlah besar itu menjadi dasar bagi lonjakan penumpang harian yang tercatat sepanjang bulan suci.
Jika 1,6 juta kursi disiapkan dan lebih dari 3.400 perjalanan dijadwalkan, bagaimana angka itu diterjemahkan menjadi pengalaman harian penumpang? Rata-rata harian di atas 39.000 penumpang menunjukkan bahwa kapasitas tersebut benar-benar terpakai, terutama pada hari-hari puncak seperti hari ke-15 Ramadan yang mencetak rekor 48.000 penumpang.
Peningkatan jumlah perjalanan menjadi 130 per hari pada 10 hari terakhir Ramadan menunjukkan pola permintaan yang mengikuti ritme ibadah. Jamaah umrah, jamaah salat, dan pengunjung cenderung bergerak pada waktu-waktu tertentu, sehingga jadwal kereta disesuaikan dengan waktu puncak tersebut. Penyesuaian ini bukan sekadar menambah frekuensi, tetapi juga menyelaraskan keberangkatan dengan arus manusia yang datang dan pergi dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Di sisi stasiun, modifikasi alur pergerakan penumpang menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran. Ruang tunggu tambahan di Stasiun Madinah disediakan untuk menampung penumpang pada saat kepadatan meningkat. Apakah ruang tunggu tambahan mampu menyerap lonjakan ketika ribuan orang tiba dalam waktu berdekatan? Keputusan SAR menyediakannya menunjukkan bahwa titik-titik kepadatan di stasiun menjadi perhatian khusus selama Ramadan.
Sejak diresmikan pada 2018, kereta cepat ini telah menjadi bagian dari lanskap transportasi Arab Saudi. Rekor 48.000 penumpang dalam satu hari pada 15 Ramadan 2025 menjadi penanda baru dalam sejarah operasionalnya. Pencapaian itu tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari rangkaian penyesuaian yang dimulai sebelum Ramadan: perencanaan kapasitas, penjadwalan, dan pengaturan arus penumpang.
Mengapa Ramadan menjadi periode paling menantang bagi layanan ini? Karena pada bulan itu, pergerakan jamaah meningkat tajam dan terkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu. Kereta cepat yang menghubungkan Makkah dan Madinah, melewati Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, dan King Abdullah Economic City, melayani kebutuhan yang tidak hanya bersifat perjalanan biasa, tetapi juga bagian dari perjalanan ibadah.
Jalur listrik sepanjang 453 kilometer dan kecepatan operasional hingga 300 km/jam menempatkan kereta ini di antara 10 kereta tercepat di dunia. Dengan kecepatan tersebut, waktu tempuh antara kota-kota yang dilayani menjadi lebih singkat dibandingkan moda lain. Namun, apakah kecepatan tinggi selalu berarti kapasitas yang cukup? Rekor 48.000 penumpang menunjukkan bahwa permintaan dapat menyentuh batas kapasitas harian, sehingga penambahan perjalanan hingga 130 per hari menjadi langkah yang diperlukan.
Rata-rata harian di atas 39.000 penumpang sejak awal Ramadan memberi gambaran tentang skala layanan. Jika rata-rata itu berlangsung sepanjang bulan, jumlah total penumpang yang diangkut akan sangat besar. Angka 1,6 juta kursi yang disiapkan SAR pada lebih dari 3.400 perjalanan menjadi kerangka kapasitas yang menampung arus tersebut.
Bagaimana penumpang merasakan penyesuaian ini? SAR menyatakan bahwa jadwal disesuaikan dengan waktu puncak jamaah umrah, jamaah salat, dan pengunjung. Artinya, keberangkatan diatur agar selaras dengan pola kedatangan dan kepulangan jamaah. Modifikasi alur pergerakan di stasiun dan ruang tunggu tambahan di Stasiun Madinah melengkapi upaya itu di sisi layanan penumpang.
Rekor pada hari ke-15 Ramadan juga menunjukkan bahwa puncak permintaan tidak selalu terjadi pada akhir bulan. Hari ke-15 menjadi titik tertinggi dalam satu hari, sementara 10 hari terakhir ditandai dengan penambahan perjalanan hingga 130 per hari. Apakah pola ini akan berulang pada Ramadan berikutnya? Data satu hari tidak dapat memastikan, tetapi kombinasi antara rata-rata harian yang tinggi dan penambahan perjalanan pada 10 hari terakhir memberi petunjuk tentang bentuk kurva permintaan.
Haramain High-Speed Railway melayani jamaah sepanjang tahun, tetapi Ramadan menghadirkan intensitas yang berbeda. Proyek ini disebut sebagai salah satu proyek transportasi paling menonjol yang melayani jamaah. Konektivitasnya ke Bandara Internasional King Abdulaziz dan King Abdullah Economic City memperluas jangkauannya, tidak hanya bagi jamaah yang bergerak antara Makkah dan Madinah, tetapi juga bagi mereka yang tiba melalui udara atau beraktivitas di kawasan ekonomi tersebut.
Dalam konteks itu, rekor 48.000 penumpang dalam sehari bukan hanya angka. Angka itu menggambarkan bagaimana infrastruktur transportasi dipakai pada momen paling padat, dan bagaimana operator menyesuaikan diri. SAR mengumumkan rencana operasional Ramadan sebelum musim dimulai, yang berarti persiapan dilakukan jauh sebelum lonjakan terjadi. Rencana itu mencakup 1,6 juta kursi dan lebih dari 3.400 perjalanan, sebuah kerangka yang kemudian diuji oleh kenyataan di lapangan.
Apakah penyesuaian jadwal dan alur stasiun cukup untuk menjaga kenyamanan ketika kapasitas penuh? SPA melaporkan bahwa kereta terus beroperasi pada kapasitas penuh, dengan jumlah perjalanan harian yang meningkat bertahap. Ruang tunggu tambahan di Stasiun Madinah dan modifikasi alur penumpang menjadi bagian dari upaya memperlancar pergerakan dan meningkatkan pengalaman perjalanan. Namun, laporan itu tidak merinci berapa lama waktu tunggu, bagaimana antrean diatur, atau bagaimana kondisi di stasiun lain selain Madinah.
Dengan kecepatan operasional hingga 300 km/jam dan jalur listrik sepanjang 453 kilometer, kereta ini berada di antara 10 kereta tercepat di dunia. Kecepatan itu menjadi daya tarik utama, terutama bagi jamaah yang ingin memaksimalkan waktu selama Ramadan. Namun, daya tarik itu juga berarti permintaan yang tinggi, yang tercermin pada rata-rata harian di atas 39.000 penumpang dan puncak 48.000 penumpang pada hari ke-15.
Rekor ini dicatat sejak kereta diresmikan pada 2018, sehingga menjadi angka tertinggi dalam sejarah operasionalnya. Pencapaian tersebut terjadi pada 15 Ramadan, di tengah rencana operasional yang menyediakan 1,6 juta kursi pada lebih dari 3.400 perjalanan. Penambahan perjalanan hingga 130 per hari pada 10 hari terakhir Ramadan menunjukkan bahwa kapasitas terus disesuaikan mengikuti permintaan.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan transportasi di Arab Saudi, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana layanan ini akan berkembang setelah Ramadan. SPA tidak menyebut proyeksi penumpang pasca-Ramadan, tidak merinci jumlah petugas atau fasilitas tambahan di stasiun selain Madinah, dan tidak menyebut nilai investasi atau rencana perluasan. Laporan itu juga tidak menyebut tingkat keterisian kursi secara persentase, jumlah penumpang per perjalanan, atau perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya selain pernyataan bahwa ini adalah rekor sejak 2018.
Yang tersaji adalah gambaran operasional pada Ramadan 2025: rata-rata harian di atas 39.000 penumpang, puncak 48.000 penumpang pada hari ke-15, 130 perjalanan per hari pada 10 hari terakhir, dan rencana 1,6 juta kursi pada lebih dari 3.400 perjalanan. Angka-angka itu menjadi dasar untuk menilai bagaimana Haramain High-Speed Railway melayani jamaah pada periode paling padat, dan bagaimana penyesuaian jadwal serta alur stasiun menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran perjalanan.
Berapa rekor penumpang harian Haramain High-Speed Railway pada Ramadan 2025? Kereta Cepat Haramain mengangkut sekitar 48.000 penumpang pada hari ke-15 Ramadan, rekor tertinggi dalam satu hari sejak diresmikan pada 2018. Sejak awal bulan suci, rata-rata penumpang harian melampaui 39.000 orang. Angka itu mencerminkan tingginya permintaan terhadap kereta sebagai sarana tercepat menuju Makkah. SPA melaporkan data ini pada 26 Maret 2025 dari Jeddah.
Bagaimana Saudi Arabia Railways menyesuaikan layanan selama Ramadan? SAR menyesuaikan jadwal kereta agar sesuai dengan waktu puncak jamaah umrah, jamaah salat, dan pengunjung. Modifikasi juga dilakukan pada alur pergerakan penumpang di dalam stasiun, dan ruang tunggu tambahan disediakan di Stasiun Madinah untuk memperlancar pergerakan serta meningkatkan pengalaman perjalanan. Jumlah perjalanan harian meningkat bertahap sejak awal Ramadan dan mencapai 130 per hari pada 10 hari terakhir bulan itu.
Berapa kapasitas yang disiapkan SAR untuk Ramadan? SAR mengumumkan rencana operasional Ramadan sebelum musim dimulai, yang mencakup penyediaan 1,6 juta kursi pada lebih dari 3.400 perjalanan di Haramain High-Speed Railway. Rencana itu menjadi dasar bagi lonjakan penumpang harian sepanjang bulan suci. Kereta terus beroperasi pada kapasitas penuh, dengan jumlah perjalanan harian yang meningkat bertahap hingga 130 perjalanan per hari pada 10 hari terakhir Ramadan.
Kota dan titik apa saja yang dilayani kereta cepat ini? Haramain High-Speed Railway menghubungkan Makkah dan Madinah, melewati Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, dan King Abdullah Economic City. Kereta ini beroperasi pada jalur listrik sepanjang 453 kilometer dan termasuk dalam 10 kereta tercepat di dunia, dengan kecepatan operasional hingga 300 km/jam. Layanan ini disebut sebagai salah satu proyek transportasi paling menonjol yang melayani jamaah sepanjang tahun.
Apa yang tidak disebutkan dalam laporan SPA tentang rekor ini? SPA tidak menyebut nilai investasi, rencana perluasan, atau proyeksi penumpang pasca-Ramadan. Laporan itu juga tidak merinci jumlah petugas atau fasilitas tambahan di stasiun selain Madinah, tidak menyebut tingkat keterisian kursi secara persentase, dan tidak memberikan perbandingan rinci dengan tahun-tahun sebelumnya selain pernyataan bahwa ini adalah rekor sejak kereta diresmikan pada 2018.