Jalur lalu lintas baru dibuka di Makkah setelah Otoritas Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci (Royal Commission for Makkah City and Holy Sites) mengoperasikan sejumlah lajur yang baru dikembangkan di Jalan Lingkar Ketiga dan Jalan Pangeran Saud Al Faisal, dengan pengurangan waktu tempuh lebih dari 90%.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 26 September 2026, pembukaan lalu lintas itu mencakup tambahan bentang sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Lingkar Ketiga yang menghubungkan persimpangan Pangeran Mutib ke persimpangan Masjidil Haram melalui persimpangan Pangeran Sultan.
Arus lalu lintas juga diresmikan pada bagian terakhir Jalan Pangeran Saud Al Faisal, yang menghubungkan poros Pangeran Mohammed bin Salman ke Jalan Abdulqadir Koshak melalui persimpangan Pangeran Naif bin Abdulaziz.
Pembukaan jalur-jalur ini merupakan bagian dari proyek infrastruktur terpadu yang dirancang untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan keselamatan jalan, dan memperlancar akses bagi penduduk, pengunjung, serta jemaah selama musim haji dan umrah.
Lalu, apa arti angka pengurangan waktu tempuh lebih dari 90% bagi warga yang setiap hari melintasi poros-poros utama kota itu? Angka itu disebut otoritas sebagai hasil dari pembukaan lajur baru, bukan proyeksi jangka panjang. Dalam rilis yang dikutip SPA, tidak dijelaskan metode pengukuran maupun ruas mana yang menjadi dasar perhitungan tersebut.
Jalan Lingkar Ketiga sendiri merupakan salah satu urat nadi lalu lintas Makkah. Ruas yang baru dibuka menghubungkan tiga persimpangan penting: Pangeran Mutib, Pangeran Sultan, dan Masjidil Haram. Ketiganya berada di kawasan yang padat aktivitas, terutama saat jemaah bergerak menuju dan dari Masjidil Haram. Penambahan bentang 1,5 kilometer di ruas itu disebut sebagai bagian dari pengembangan lajur, bukan pembangunan jalan baru dari nol.
Bagaimana pula dengan Jalan Pangeran Saud Al Faisal? Bagian terakhir jalan itu kini tersambung dari poros Pangeran Mohammed bin Salman hingga Jalan Abdulqadir Koshak, melewati persimpangan Pangeran Naif bin Abdulaziz. Penyelesaian bagian terakhir ini melengkapi konektivitas ruas yang sebelumnya belum tersambung penuh. Dengan demikian, perjalanan dari poros Pangeran Mohammed bin Salman ke arah Jalan Abdulqadir Koshak tidak lagi terputus di ujung ruas.
Apakah pembukaan ini hanya soal menambah lajur? Rilis SPA menyebut pembukaan lalu lintas sebagai bagian dari proyek infrastruktur terpadu. Tujuan yang disebutkan ada tiga: mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan jalan, dan memperlancar akses. Ketiganya dirumuskan untuk melayani tiga kelompok pengguna sekaligus, yakni penduduk, pengunjung, dan jemaah pada musim haji dan umrah.
Musim haji dan umrah menjadi konteks penting dalam rilis ini. Pada periode tersebut, volume pergerakan orang di Makkah meningkat tajam, dan jaringan jalan menjadi jalur utama bagi jemaah yang berpindah antara lokasi penginapan, titik transportasi, dan Masjidil Haram. Karena itu, penyelesaian ruas-ruas penghubung di sekitar kawasan inti kota memiliki fungsi langsung terhadap arus jemaah.
Namun, apa yang sebenarnya diumumkan otoritas? Yang diumumkan adalah pembukaan lalu lintas, bukan penyelesaian seluruh jaringan jalan di Makkah. Dua lokasi yang disebut secara spesifik adalah Jalan Lingkar Ketiga dan Jalan Pangeran Saud Al Faisal. Di Jalan Lingkar Ketiga, yang dibuka adalah beberapa lajur yang baru dikembangkan, termasuk tambahan bentang 1,5 kilometer. Di Jalan Pangeran Saud Al Faisal, yang diresmikan adalah bagian terakhir.
Pertanyaan berikutnya: siapa yang paling merasakan dampak pembukaan ini? Rilis menyebut tiga kelompok pengguna secara eksplisit, yaitu penduduk, pengunjung, dan jemaah. Tidak ada pemisahan dampak per kelompok dalam rilis tersebut. Yang dinyatakan adalah bahwa proyek-proyek ini dirancang untuk memperlancar akses bagi ketiganya, khususnya selama musim haji dan umrah.
Dari sisi keselamatan jalan, rilis menempatkan peningkatan keselamatan sebagai salah satu tujuan proyek. Tidak ada rincian teknis mengenai fitur keselamatan yang dipasang, seperti marka, penerangan, atau pembatas lajur. Yang disebut hanya bahwa pembukaan lajur merupakan bagian dari proyek terpadu dengan tiga sasaran tersebut.
Bagaimana dengan waktu tempuh? SPA menyebut pengurangan lebih dari 90%. Angka ini disebut sebagai hasil dari pembukaan lajur baru di ruas-ruas tersebut. Tidak ada penjelasan mengenai segmen perjalanan mana yang diukur, jam pengukuran, atau apakah angka itu berlaku pada kondisi lalu lintas puncak maupun normal.
Apakah ada detail lain yang disebut? Rilis menyebut lokasi-lokasi persimpangan secara spesifik. Di Jalan Lingkar Ketiga: Pangeran Mutib, Pangeran Sultan, dan Masjidil Haram. Di Jalan Pangeran Saud Al Faisal: poros Pangeran Mohammed bin Salman, persimpangan Pangeran Naif bin Abdulaziz, dan Jalan Abdulqadir Koshak. Selain itu, tidak ada angka lain yang dirilis, seperti panjang total ruas yang dibuka di luar bentang 1,5 kilometer, jumlah lajur, atau lebar jalan.
Kapan pembukaan ini berlangsung? SPA memberitakan pada 26 September 2026, dengan waktu lokal 15:28 dan GMT 12:28. Tidak ada keterangan mengenai tanggal mulai konstruksi atau durasi pengerjaan masing-masing ruas.
Lalu, mengapa pembukaan ini ditempatkan dalam kerangka musim haji dan umrah? Karena rilis itu sendiri menyebut bahwa proyek-proyek tersebut dirancang untuk memperlancar akses bagi penduduk, pengunjung, dan jemaah selama musim haji dan umrah. Dengan kata lain, manfaat yang dinyatakan bersifat langsung bagi pergerakan orang pada periode kunjungan ke Masjidil Haram.
Apa yang belum diketahui publik dari rilis ini? Sejumlah hal. Tidak ada keterangan tentang biaya proyek, kontraktor pelaksana, jadwal pembukaan ruas lain, atau target penyelesaian proyek secara keseluruhan. Tidak ada pula data volume lalu lintas sebelum dan sesudah pembukaan, kapasitas lajur, atau rincian teknis keselamatan jalan. Rilis juga tidak menyebut apakah masih ada tahap lanjutan di kedua ruas tersebut.
Yang jelas, otoritas menyatakan bahwa pembukaan lalu lintas di Jalan Lingkar Ketiga dan Jalan Pangeran Saud Al Faisal sudah berlangsung. Dua ruas itu kini terhubung pada titik-titik yang disebutkan, dan otoritas menempatkan langkah ini sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan, dan memperlancar akses bagi penduduk, pengunjung, serta jemaah pada musim haji dan umrah.
Ruas mana saja yang dibuka untuk lalu lintas? Ada dua lokasi yang disebut SPA. Pertama, beberapa lajur baru di Jalan Lingkar Ketiga, termasuk tambahan bentang 1,5 kilometer yang menghubungkan persimpangan Pangeran Mutib ke persimpangan Masjidil Haram melalui persimpangan Pangeran Sultan. Kedua, bagian terakhir Jalan Pangeran Saud Al Faisal, yang menghubungkan poros Pangeran Mohammed bin Salman ke Jalan Abdulqadir Koshak melalui persimpangan Pangeran Naif bin Abdulaziz.
Berapa besar pengurangan waktu tempuh yang disebut? SPA menyebut pembukaan lajur baru itu mengurangi waktu tempuh lebih dari 90%. Angka tersebut dirilis otoritas sebagai hasil dari pengoperasian lajur di kedua ruas. Rilis tidak menjelaskan segmen perjalanan mana yang diukur, jam pengukuran, atau apakah angka itu berlaku pada kondisi lalu lintas puncak maupun normal.
Siapa yang diharapkan merasakan manfaatnya? Rilis menyebut tiga kelompok pengguna: penduduk, pengunjung, dan jemaah. Manfaat itu dikaitkan dengan musim haji dan umrah, ketika pergerakan orang di Makkah meningkat. Proyek ini disebut sebagai bagian dari infrastruktur terpadu yang dirancang untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan jalan, dan memperlancar akses bagi ketiga kelompok tersebut.
Apa tujuan proyek infrastruktur ini? SPA menyebut tiga tujuan: mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan keselamatan jalan, dan memperlancar akses bagi penduduk, pengunjung, serta jemaah selama musim haji dan umrah. Pembukaan lajur di Jalan Lingkar Ketiga dan Jalan Pangeran Saud Al Faisal disebut sebagai bagian dari proyek infrastruktur terpadu dengan sasaran tersebut.
Kapan pembukaan lalu lintas ini diberitakan? SPA memberitakan pembukaan tersebut pada 26 September 2026, dengan waktu lokal 15:28 dan GMT 12:28. Rilis tidak menyebut tanggal mulai konstruksi, durasi pengerjaan, atau jadwal pembukaan ruas lain. Tidak ada pula keterangan mengenai biaya proyek, kontraktor pelaksana, atau target penyelesaian keseluruhan.
Apakah ada rincian teknis yang dirilis? Tidak ada rincian teknis dalam rilis tersebut. SPA tidak menyebut jumlah lajur, lebar jalan, panjang total ruas di luar bentang 1,5 kilometer, fitur keselamatan yang dipasang, kapasitas lajur, maupun data volume lalu lintas sebelum dan sesudah pembukaan. Yang disebut hanya lokasi persimpangan dan angka pengurangan waktu tempuh lebih dari 90%.





