Riyadh menjadi lokasi penyelenggaraan sesi virtual terbuka bertajuk «Masa Depan Profesi Penerjemahan dalam Cahaya Akreditasi» yang melibatkan para spesialis dan peminat bidang tersebut.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 12 Agustus 2026, acara yang diadakan Komite Sastra, Penerbitan, dan Terjemahan ini membahas peran akreditasi profesional dalam meningkatkan kompetensi praktisi, kualitas terjemahan, serta masa depan profesi ini di Arab Saudi.
Program «Penerjemah Terakreditasi» diperkenalkan sebagai upaya mengorganisir profesi berdasarkan standar kompetensi dan kualitas. Peserta sesi membedakan antara izin, yang diberikan kepada kantor atau lembaga sebagai izin legal, dengan akreditasi yang diberikan kepada individu untuk membuktikan kompetensi profesional mereka.
Akreditasi penerjemah dikaitkan dengan bahasa, arah terjemahan, dan bidang spesialisasi seperti hukum dan medis. Kriteria evaluasi penerjemah meliputi kemampuan praktis, transfer makna, kompetensi bahasa, kepatuhan pada instruksi, pemahaman tujuan teks, kerahasiaan, etika profesi, keterampilan riset, dan penggunaan teknologi baru.
Sesi tersebut juga membahas dampak kecerdasan buatan, dengan penekanan bahwa kemajuan teknologi tidak menghapus peran penerjemah, melainkan membutuhkan kompetensi manusia untuk meninjau hasil terjemahan.
Apa perbedaan antara izin dan akreditasi profesional dalam bidang terjemahan? Izin diberikan kepada kantor dan lembaga sebagai izin legal untuk melakukan aktivitas terjemahan. Sementara itu, akreditasi diberikan kepada individu untuk membuktikan kompetensi profesional mereka dalam bidang tersebut.