Diriyah Company mengumumkan dua kontrak konstruksi senilai total SAR2,729 miliar untuk membangun lima hotel mewah dan tiga aset residensial di Diriyah Square. Kontrak pertama, senilai SAR1,324 miliar, diberikan kepada MAN Enterprise Al Saudia LLC dan Al Majal Al Arabi Group yang beroperasi sebagai MAN dan MAG JV, mencakup tiga hotel dan dua aset residensial.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 5 Oktober 2026, kontrak kedua senilai SAR1,406 miliar diberikan kepada Urbacon Saudi Company S.P.C. untuk membangun tiga hotel dan satu aset residensial. Kedua paket pekerjaan mencakup pengembangan fasad bangunan, pekerjaan blok, fit-out, mekanikal, elektrikal dan plumbing, serta pekerjaan eksternal untuk setiap properti.
Gabungan pengembangan ini akan mencakup 413 kamar hotel mewah dan 34 unit residensial berlabel merek. Angka-angka itu menjadi inti dari apa yang diumumkan Diriyah Company: bukan sekadar penambahan kamar, melainkan perluasan portofolio perhotelan di kawasan yang diposisikan sebagai pusat kota bagi penduduk, pekerja, dan pengunjung. Pertanyaannya, seberapa besar kapasitas 413 kamar itu mengubah lanskap akomodasi di Riyadh ketika proyek selesai nanti?
Group CEO Diriyah Company Jerry Inzerillo menyebut pengumuman kontrak ini sebagai tonggak penting lainnya dalam upaya perusahaan mengembangkan portofolio hotel dan residensial kelas dunia di Diriyah. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks perluasan portofolio perhotelan perusahaan, bukan sebagai klaim atas hasil akhir yang sudah terlihat di lapangan. Bukankah wajar jika publik kemudian bertanya bagaimana tonggak kontrak diterjemahkan menjadi bangunan yang benar-benar beroperasi?
Diriyah Company menyatakan bahwa ketika selesai, aset perhotelan dan residensial ini akan menghadirkan pengalaman pengunjung dan penghuni kelas dunia di jantung kawasan Diriyah Square yang dipedestriankan, tempat akan ada lebih dari 400 merek ritel dan kuliner ikonik. Kawasan itu dibangun dengan lingkungan yang terinspirasi warisan arsitektur Najdi. Dengan begitu, pengembangan ini disebut akan memperkuat posisi Diriyah dan menyoroti potensinya di sektor perhotelan, pariwisata, dan hiburan.
Dalam jangka panjang, Diriyah akan menjadi rumah bagi hampir 34 merek hotel mewah di seluruh masterplan Diriyah dan masterplan Wadi Safar, menyambut merek-merek paling terkenal di dunia. Angka 34 merek itu memberi gambaran skala ambisi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang tahapan: berapa banyak dari merek tersebut yang sudah memiliki kontrak konstruksi seperti yang diumumkan kali ini, dan berapa yang masih berada di tahap perencanaan?
Nilai kontrak yang diumumkan, SAR2,729 miliar, terbagi hampir merata antara dua pemenang. MAN dan MAG JV mengambil porsi SAR1,324 miliar untuk tiga hotel dan dua aset residensial, sementara Urbacon Saudi Company S.P.C. mengambil SAR1,406 miliar untuk tiga hotel dan satu aset residensial. Pembagian itu menunjukkan bahwa cakupan pekerjaan tidak identik: satu paket mencakup lebih banyak aset residensial, paket lainnya lebih besar nilainya. Apakah perbedaan nilai itu mencerminkan skala bangunan, kompleksitas pekerjaan, atau kombinasi keduanya? SPA tidak merinci alasannya.
Ruang lingkup pekerjaan yang disebutkan SPA cukup spesifik pada tahap konstruksi: fasad bangunan, blockwork, fit-out, mekanikal, elektrikal dan plumbing, serta pekerjaan eksternal. Ini adalah pekerjaan yang biasanya berlangsung setelah desain dan perizinan dasar selesai, dan sebelum properti dapat dioperasikan. Namun sumber tidak menyebutkan kapan pekerjaan dimulai, berapa lama durasinya, atau kapan masing-masing hotel dan aset residensial dijadwalkan dibuka. Pertanyaan yang muncul: apakah kontrak ini mencakup seluruh siklus konstruksi hingga serah terima, atau hanya sebagian tahap?
Diriyah Square sendiri digambarkan sebagai kawasan yang dipedestriankan, dengan lebih dari 400 merek ritel dan kuliner ikonik direncanakan hadir. Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan Diriyah, angka 400 merek itu bukan hal baru dalam rilis ini, melainkan bagian dari deskripsi kawasan yang menjadi konteks pengumuman kontrak. Kombinasi hotel, residensial, ritel, dan kuliner menunjukkan model kawasan campuran yang mengandalkan kunjungan harian, bukan hanya hunian. Tetapi apakah kawasan yang dipedestriankan dapat menampung lonjakan pengunjung ketika hotel-hotel ini beroperasi?
Pernyataan Inzerillo menempatkan pengumuman ini dalam rangkaian pengembangan portofolio. Ia menyebut kontrak ini sebagai tonggak penting lainnya bagi perusahaan yang terus mengembangkan portofolio hotel dan residensial global di Diriyah. Dalam rilis yang sama, Diriyah Company menegaskan posisi Diriyah sebagai destinasi urban untuk tinggal, bekerja, dan berkunjung. Ketiga fungsi itu, tinggal, bekerja, dan berkunjung, menuntut infrastruktur yang berbeda: hunian permanen, ruang kerja, dan akomodasi jangka pendek. Mampukah satu kawasan memenuhi ketiganya tanpa saling mengganggu?
Yang tidak disebutkan SPA juga penting untuk dicatat. Rilis tidak memuat nama merek hotel yang akan mengisi lima properti tersebut, tidak menyebut jumlah lantai atau luas bangunan, tidak merinci nilai per aset, dan tidak menyebut jadwal penyelesaian. Rilis juga tidak menyatakan apakah kontrak sudah mencakup seluruh pendanaan atau apakah ada kontrak lain yang menyusul untuk tahap berikutnya. Pertanyaan lanjutan yang wajar: apakah nama merek hotel akan diumumkan terpisah, dan apakah pengumuman itu akan datang sebelum pekerjaan konstruksi dimulai?
Dari sisi ketenagakerjaan dan rantai pasok, dua kontraktor yang disebut, MAN dan MAG JV serta Urbacon Saudi Company S.P.C., akan menjalankan pekerjaan fasad, blockwork, fit-out, mekanikal, elektrikal, plumbing, dan pekerjaan eksternal. Cakupan itu biasanya melibatkan subkontraktor khusus untuk masing-masing disiplin. SPA tidak menyebut jumlah tenaga kerja yang akan dikerahkan atau tingkat kandungan lokal dalam kontrak. Apakah publik akan mendapat informasi tentang dampak ekonomi lokal dari pelaksanaan kontrak sebesar ini?
Bagi Diriyah Company, pengumuman ini menambah daftar kontrak konstruksi di kawasan yang diposisikan sebagai pusat perhotelan dan hunian. Namun pembaca perlu membedakan antara nilai kontrak, cakupan pekerjaan, dan hasil yang akan terlihat. Nilai SAR2,729 miliar adalah angka kontrak, bukan biaya total pengembangan kawasan. Jumlah 413 kamar hotel dan 34 unit residensial adalah kapasitas yang direncanakan, bukan kapasitas yang sudah beroperasi. Bukankah penting bagi publik untuk terus membedakan ketiga hal itu ketika membaca pengumuman pembangunan berskala besar?
Diriyah Square digambarkan sebagai jantung kawasan yang dipedestriankan, dengan arsitektur yang terinspirasi warisan Najdi. Pilihan gaya itu menempatkan proyek dalam narasi identitas lokal, bukan hanya investasi perhotelan. Namun rilis tidak menjelaskan bagaimana elemen warisan Najdi diterapkan pada lima hotel dan tiga aset residensial yang kontraknya baru diberikan. Apakah detail arsitektur akan diumumkan bersamaan dengan progres konstruksi?
Dengan 34 merek hotel mewah yang direncanakan di seluruh masterplan Diriyah dan Wadi Safar, pengumuman kontrak untuk lima hotel di Diriyah Square adalah sebagian dari gambaran yang lebih besar. SPA menyebut angka itu sebagai proyeksi masa depan, bukan sebagai daftar yang sudah terealisasi. Pertanyaan yang tersisa: dari 34 merek tersebut, berapa yang akan berada di Diriyah Square, dan berapa yang akan tersebar di Wadi Safar? Rilis tidak membagi angka itu per lokasi.
Pada akhirnya, pengumuman ini memberi tiga fakta yang bisa dipegang: nilai dua kontrak, nama kontraktor pemenang, dan cakupan pekerjaan yang akan dijalankan. Selebihnya, termasuk waktu, merek, dan hasil akhir, masih berada di luar apa yang disampaikan SPA. Pembaca yang mengikuti perkembangan Diriyah dapat memantau apakah pengumuman berikutnya akan melengkapi detail yang belum ada, terutama jadwal dan nama merek hotel yang akan mengisi properti tersebut.
Berapa nilai kontrak yang diumumkan Diriyah Company? Diriyah Company mengumumkan dua kontrak konstruksi dengan nilai gabungan SAR2,729 miliar. Kontrak pertama senilai SAR1,324 miliar diberikan kepada MAN Enterprise Al Saudia LLC dan Al Majal Al Arabi Group yang beroperasi sebagai MAN dan MAG JV, mencakup tiga hotel dan dua aset residensial. Kontrak kedua senilai SAR1,406 miliar diberikan kepada Urbacon Saudi Company S.P.C. untuk tiga hotel dan satu aset residensial. SPA tidak merinci nilai per properti atau jadwal pembayaran.
Apa saja yang akan dibangun dalam kontrak ini? Kedua kontrak mencakup pembangunan lima hotel mewah dan tiga aset residensial di Diriyah Square. Gabungan pengembangan akan mencakup 413 kamar hotel mewah dan 34 unit residensial berlabel merek. Lingkup pekerjaan meliputi pengembangan fasad bangunan, blockwork, fit-out, mekanikal, elektrikal dan plumbing, serta pekerjaan eksternal untuk setiap properti. SPA tidak menyebut jumlah lantai, luas bangunan, atau nama merek hotel yang akan mengisi properti tersebut.
Siapa kontraktor yang memenangkan kontrak? MAN Enterprise Al Saudia LLC dan Al Majal Al Arabi Group, yang beroperasi sebagai MAN dan MAG JV, memenangkan kontrak senilai SAR1,324 miliar untuk tiga hotel dan dua aset residensial. Urbacon Saudi Company S.P.C. memenangkan kontrak senilai SAR1,406 miliar untuk tiga hotel dan satu aset residensial. Keduanya akan mengerjakan fasad, blockwork, fit-out, mekanikal, elektrikal dan plumbing, serta pekerjaan eksternal. SPA tidak menyebut jumlah tenaga kerja atau subkontraktor yang akan dilibatkan.
Apa kata CEO Diriyah Company tentang kontrak ini? Group CEO Diriyah Company Jerry Inzerillo mengatakan pengumuman kontrak ini menandai tonggak penting lainnya karena perusahaan terus mengembangkan portofolio hotel dan residensial global di Diriyah. Ia menempatkan kontrak dalam rangkaian pengembangan portofolio, bukan sebagai hasil akhir. Diriyah Company menyatakan aset ini akan menghadirkan pengalaman pengunjung dan penghuni kelas dunia di jantung Diriyah Square yang dipedestriankan. SPA tidak menyertakan pernyataan lain dari Inzerillo atau pejabat lain.
Apa yang direncanakan di Diriyah Square? Diriyah Square digambarkan sebagai kawasan yang dipedestriankan dengan lebih dari 400 merek ritel dan kuliner ikonik, dibangun dengan lingkungan yang terinspirasi warisan arsitektur Najdi. Lima hotel dan tiga aset residensial dalam kontrak ini akan berada di jantung kawasan tersebut. Diriyah Company menyebut kawasan ini sebagai destinasi urban untuk tinggal, bekerja, dan berkunjung. SPA tidak merinci luas kawasan atau tahapan pembukaan merek ritel dan kuliner tersebut.
Apa yang tidak disebutkan dalam pengumuman ini? SPA tidak menyebut nama merek hotel yang akan mengisi lima properti, jumlah lantai atau luas bangunan, nilai per aset, jadwal mulai dan selesai konstruksi, serta tanggal pembukaan. Rilis juga tidak merinci pembagian 34 merek hotel mewah antara Diriyah Square dan Wadi Safar. Pembaca perlu membedakan nilai kontrak, cakupan pekerjaan, dan kapasitas yang direncanakan dari hasil yang sudah beroperasi. Informasi tersebut belum tersedia dalam sumber.