Sunday, November 1, 2026
Sains

CST rilis laporan latensi akses layanan cloud Arab Saudi semester I 2026

CST rilis laporan latensi akses layanan cloud Arab Saudi semester I 2026

Komisi Komunikasi, Ruang dan Teknologi (CST) merilis laporan Latency Performance for Access to Cloud Computing Services di Kerajaan Arab Saudi untuk semester pertama 2026. Laporan ini membandingkan kinerja latensi di antara penyedia layanan cloud yang terdaftar di CST pada klasifikasi tertinggi, yaitu Class C.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 1 Oktober 2026, laporan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi lalu lintas internet dan memperbaiki latensi akses ke konten serta layanan digital yang dihosting secara lokal. Langkah ini diarahkan untuk menaikkan keandalan ekosistem internet nasional dan memperkuat kesiapan infrastruktur digital Kerajaan dalam mengadopsi teknologi baru serta kasus penggunaan lanjutan. Laporan itu juga disebut berupaya mendorong persaingan, memperbaiki kualitas layanan, dan meningkatkan transparansi.

Laporan menyajikan gambaran umum tentang penyedia layanan cloud dan pusat data mereka, disertai hasil latensi di berbagai wilayah Kerajaan. Untuk pusat data di Riyadh, SCCC menempati peringkat pertama dengan latensi 12 ms. Deem, HUAWEI CLOUD, Site, dan stc berbagi posisi kedua dengan 13 ms, disusul “Safe Decision” di peringkat ketiga dengan latensi 14 ms.

Seluruh penyedia layanan cloud mencatat tingkat latensi di bawah 30 ms di berbagai pusat data mereka di seluruh Kerajaan. Angka itu menjadi patokan penting bagi pengguna maupun pelaku industri yang menilai kualitas koneksi ke layanan cloud yang beroperasi di dalam negeri.

Laporan ini merupakan bagian dari upaya CST yang berjalan terus untuk mendorong persaingan di antara penyedia layanan, meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan, serta menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik. Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi di sektor ini, sehingga investor, pemangku kepentingan, dan pihak yang berkepentingan dapat berkontribusi pada pengembangan infrastruktur digital Kerajaan.

Bagi pembaca yang ingin melihat rincian lengkap, laporan dapat diakses melalui tautan yang disediakan CST di https://www.cst.gov.sa/cloud2026-en.

Rilis SPA tidak menyebut jumlah total penyedia cloud yang disurvei, metode pengukuran latensi, wilayah selain Riyadh secara rinci, maupun periode pengambilan sampel di dalam semester pertama 2026.

Apa yang dibandingkan dalam laporan CST tersebut? Laporan membandingkan kinerja latensi di antara penyedia layanan cloud yang terdaftar di CST pada klasifikasi tertinggi, yaitu Class C. Laporan juga menyajikan gambaran umum penyedia layanan cloud dan pusat data mereka, disertai hasil latensi di berbagai wilayah Kerajaan. Tujuannya mencakup peningkatan efisiensi lalu lintas internet dan perbaikan latensi akses ke konten serta layanan digital yang dihosting secara lokal, seperti dilaporkan SPA pada 1 Oktober 2026.

Siapa saja penyedia cloud dengan latensi terbaik di Riyadh? Untuk pusat data di Riyadh, SCCC menempati peringkat pertama dengan latensi 12 ms. Deem, HUAWEI CLOUD, Site, dan stc berbagi posisi kedua dengan 13 ms, disusul “Safe Decision” di peringkat ketiga dengan latensi 14 ms. Seluruh penyedia layanan cloud mencatat tingkat latensi di bawah 30 ms di berbagai pusat data mereka di seluruh Kerajaan, menurut laporan CST yang dikutip kantor berita Saudi SPA.

Mengapa laporan ini penting bagi ekosistem internet nasional? Laporan ini disebut bertujuan meningkatkan efisiensi lalu lintas internet dan memperbaiki latensi akses ke konten serta layanan digital yang dihosting secara lokal. Dampaknya diarahkan pada peningkatan keandalan ekosistem internet nasional dan penguatan kesiapan infrastruktur digital Kerajaan dalam mengadopsi teknologi baru serta kasus penggunaan lanjutan. Laporan juga berupaya mendorong persaingan, memperbaiki kualitas layanan, dan meningkatkan transparansi sektor.

Apa manfaat laporan ini bagi investor dan pemangku kepentingan? CST menyatakan laporan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong persaingan di antara penyedia layanan, meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan, serta menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik. Laporan juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi di sektor ini, sehingga investor, pemangku kepentingan, dan pihak yang berkepentingan dapat berkontribusi pada pengembangan infrastruktur digital Kerajaan. Rincian lengkap tersedia di tautan CST yang disediakan.

Di mana laporan lengkap dapat diakses? SPA menyertakan tautan resmi CST untuk melihat laporan, yaitu https://www.cst.gov.sa/cloud2026-en. Laporan tersebut mencakup gambaran umum penyedia layanan cloud dan pusat data mereka, serta hasil latensi di berbagai wilayah Kerajaan. Rilis SPA tidak menyebut jumlah total penyedia cloud yang disurvei, metode pengukuran latensi, wilayah selain Riyadh secara rinci, maupun periode pengambilan sampel di dalam semester pertama 2026.