Indeks Kematangan Pengalaman Digital tahun 2026 mencapai tingkat 87,06% pada level «Avancé» setelah evaluasi menyeluruh terhadap 59 platform digital.
Seperti dilaporkan kantor berita Saudi SPA pada 12 Agustus 2026, Digital Government Authority (DGA) menilai platform tersebut berdasarkan empat poros utama yang mencakup 20 pilar. Penilaian ini meliputi kepuasan penerima manfaat, pengalaman pengguna, penanganan keluhan, serta teknologi dan alat yang digunakan.
Jumlah platform yang dievaluasi meningkat menjadi 59 pada tahun 2026 dibandingkan 50 platform pada tahun 2025. Selain itu, jumlah peserta survei «Évaluez votre expérience numérique» melampaui 805.500 orang, naik dari 374.000 peserta pada tahun sebelumnya.
Sub-indeks inklusi digital mencatat angka 76,98% pada level «Compétent», yang menunjukkan akses layanan bagi berbagai kategori masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Sepuluh platform digital teratas meliputi Absher (94,38%), Etimad (94,36%), Senaei (92,83%), Balady (92,56%), Tawakkalna (92,50%), Musaned (2,20%), Qiwa (92,14%), Logisti (91,72%), Naama (91,53%), dan portal Kementerian Pariwisata (91,16%).
Berapa skor Indeks Kematangan Pengalaman Digital tahun 2026? Indeks tersebut mencapai 87,06% pada level «Avancé». Hasil ini diperoleh dari evaluasi global terhadap 59 platform digital berdasarkan empat poros utama dan 20 pilar yang mencakup pengalaman pengguna serta kepuasan penerima manfaat.
Bagaimana perkembangan jumlah peserta survei pengalaman digital? Jumlah peserta survei «Évaluez votre expérience numérique» melampaui 805.500 orang pada tahun 2026. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 374.000 peserta.
Apa hasil dari sub-indeks inklusi digital? Sub-indeks inklusi digital mencapai 76,98% pada level «Compétent». Hal ini mengonfirmasi upaya entitas pemerintah dalam merancang layanan digital inklusif bagi lansia dan penyandang disabilitas agar dapat mengakses layanan secara mandiri.